MAHALI Kecam Ucapan Mahasiswa Yang Mengatasnamakan Kampus dalam Aliansi BEM Jakarta

  • Whatsapp

Jakarta, Sultrademo.co – Konferensi Pers yang dilakukan oleh mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi BEM Jakarta, mendapat sentimen negatif dari publik. Tidak hanya itu, statement mereka yang menyatakan “Fasilitas Hotel Bintang 5 Bagi Tenaga Medis Berlebihan..” dianggap  publik sebagai satu dosa besar yang tidak bisa dimaafkan.

Menanggapi hal tersebut, Varhan Abdul Aziz, Ketua Umum Jaring Mahasiswa LIRA Indonesia (Mahali) pun mengecam.

Bacaan Lainnya

“Adik – adik ini dididik dalam dunia pergerakan, harusnya untuk membela rakyat dan kebenaran, bukan justru membuat tindakan yang memalukan seperti ini.” Ujarnya.

Lebih lanjut Varhan menuding, Statement yang disampaikan oknum mahasiswa tersebut sangat tendensius dan bernada pesanan untuk menyerang salah satu pihak.

“Masyarakat jadi bisa membaca, anak-anak muda ini seperti disetir menyudutkan. Nama Aliansi BEM Jakarta seperti organ taktis, yang baru dimunculkan saat perlu. Di dunia pergerakan kita gak pernah dengar kiprah mereka.” Tegasnya.

Menyikapi Polemik ini, Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Ollies Datau pun ikut berkomentar.

“Di masa pandemik ini, kita harus saling membahu bersatu, jangan saling menyudutkan. Saya percaya adik – adik mahasiswa BEM yang sesungguhnya akan bicara tentang kebenaran dan membela kepentingan rakyat. ”

Mendukung pernyataan tersebut, Budi Siswanto, Sekjend LIRA pun mengingatkan peran penting paramedis di tengah pandemi Covid-19.

“Paramedis garda terdepan saat ini dalam menghadapi upaya total pemerintah dalam penanggulangan musibah ini, jiwaraga mereka korbankan, tdk ternilai tenaga waktu serta pikirian yg mereka keluarkan, apalagi hanya dengan dukungan fasilitas yg saat ini mereka terima.”

Ia berharap saat ini adalah momen untuk saling bahu membahu untuk keluar dari musibah ini.

“Banyak korban yang berjatuhan dari kalangan paramedis, harusnya kita berempati, bukan mengecilkan keberadaan mereka.” Tuturnya.

Bantahan dari berbagai kampus yang dicatut oleh Aliansi BEM Jakarta terus mengalir. BEM UMJ, Esa Unggul, Trilogi dan kampus lainnya telah menyatakan sanggahan keterlibatan BEM mereka. Rektor UMJ bahkan turun tangan langsung meluruskan. Orang – orang yang terlibat tersebut hampir semuanya bukan lagi Ketua BEM, bahkan diantaranya ada yang bukan pengurus BEM. Hanya Presiden BEM UHAMKA yang masih aktif dan menyatakan permintaan maaf serta menarik diri dari Aliansi tersebut.

Sebelumnya kecaman dan caci maki mewarnai komentar netizen atas tindakan mahasiswa – mahasiswa tersebut. Bahkan Akun medsos mereka mendapat serangan hingga akhirnya dikunci.

Pos terkait