Kasus Covid-19 Alami Penurunan, Sulkarnain : Jangan Lengah, Tetap Patuhi Prokes

Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari H Sulkarnain, terus meminta dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kendari untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) meskipun tren angka coronavirus disease 2019 (Covid-19) mengalami penurunan.

“Memang saat ini sudah ada vaksin sebagai solusi alternatif memutus mata rantai penyebaran covid-19. Akan tetapi, itu bukan jaminan warga bisa tidak terpapar lagi. Makanya kita terus tekankan agar prokes ini jangan dilanggar,” kata Sulkarnain Kadir, Senin (8/2).

Bacaan Lainnya
 

“Jangan lengah. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir dan menjaga jarak aman (Physical Distancing),” tambahnya.

Sulkarnain mengungkapkan, bahwa pandemi covid-19 akan menjadi peristiwa sejarah yang tidak akan terlupakan. Pasalnya, masyarakat bisa menyaksikan seluruh dunia mengalami kondisi psikologis yang sama, tertekan, tidak bebas karena wabah covid-19.

“Kita jadi orang-orang terpilih. Boleh jadi kita yang ada di zaman ini adalah pelaku sejarah nanti. Karena ini belum tentu terjadi 100 tahun mendatang,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sulkarnain yakin masyarakat bisa melewatinya. Sebab, manusia diciptakan untuk beradaptasi dan untuk mencari jalan keluar sehingga bisa menciptakan optimisme dan bisa melewati pandemi covid-19.

“Mudah-mudahan kita mampu mengatasinya dan melewati pandemi ini dengan baik. Saya yakin kita akan keluar sebagai pemenang. Keluar sebagai survival,” bebernya.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah kasus positif di Kendari tercatat sebanyak 4.542 kasus. Rinciannya 80 pasien masih dalam perwatan, 4.404 sembuh dan 58 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Laporan : Hani

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait