Kendari, Sultrademo.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat penurunan kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2024. Dari Januari hingga Agustus 2024, tercatat 224 kasus baru HIV/AIDS di Kendari. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2023, yang mencatat 321 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Elfi M.Kes, menyebutkan bahwa penurunan kasus ini merupakan hasil dari peningkatan kualitas program pencegahan dan deteksi dini yang dilakukan secara menyeluruh di seluruh fasilitas kesehatan di Kendari.
“Kami melihat penurunan ini sebagai bukti bahwa sistem yang kami terapkan semakin efektif, terutama dalam deteksi dini di populasi kunci,” ujar Elfi pada Rabu (9/10/2024).
Penurunan jumlah kasus di tahun 2024 ini menjadi yang terendah dibandingkan beberapa tahun terakhir. Secara akumulatif, jika ditambahkan dengan data dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Kendari sudah mencapai ribuan. Meskipun demikian, angka penularan di tahun ini menunjukkan tren yang lebih baik dengan adanya penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Elfi menegaskan bahwa Dinkes Kendari akan terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penularan, terutama melalui peningkatan peran puskesmas dalam menemukan kasus-kasus baru di wilayah masing-masing.
“Semua 15 puskesmas di Kota Kendari kini aktif dalam program deteksi dan pencegahan HIV/AIDS, dan ini membantu kami secara signifikan dalam menurunkan jumlah kasus baru,” jelasnya.
Meskipun jumlah kasus menurun, Elfi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari perilaku yang berisiko, terutama terkait dengan hubungan seks bebas, penggunaan jarum suntik yang tidak aman, serta transfusi darah tanpa prosedur yang tepat. Menurutnya, faktor-faktor ini masih menjadi penyumbang utama penyebaran HIV/AIDS di Kendari.
Dinkes Kendari juga berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan HIV/AIDS. Program edukasi ini sudah dilaksanakan di berbagai tingkat, mulai dari posyandu hingga sekolah-sekolah.
Penulis: Elsa Kamasari (Magang)








