Kejar Herd Immunity, Pemkot Siap Jemput Bola

Foto Ilustrasi

Kendari, Sultrademo.co – Kekebalan kelompok terjadi ketika sebagian besar komunitas (kawanan) menjadi kebal terhadap suatu penyakit, membuat penyebaran penyakit dari orang ke orang tidak mungkin terjadi. Akibatnya, seluruh komunitas menjadi terlindungi bukan hanya mereka yang kebal.

Seringkali, persentase dari populasi harus mampu mendapatkan penyakit agar dapat menyebar. Ini disebut proporsi ambang. Jika proporsi populasi yang kebal terhadap penyakit lebih besar dari ambang batas ini, penyebaran penyakit akan menurun. Ini dikenal sebagai ambang batas kekebalan kawanan.

Bacaan Lainnya

Berapa persentase komunitas yang perlu kebal untuk mencapai kekebalan kelompok? Ini bervariasi dari penyakit ke penyakit. Semakin menular suatu penyakit, semakin besar proporsi populasi yang perlu kebal terhadap penyakit untuk menghentikan penyebarannya. Misalnya, campak adalah penyakit yang sangat menular. Diperkirakan 94% populasi harus kebal untuk memutus rantai penularan.

Begitu juga dengan Virus Covid-19 yang saat ini masih menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah warga Sulawesi Tenggara khususnya warga Kota Kendari. Untuk melindungi sebagian besar warganya, Pemerintah terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan (Prokes).

Selain itu untuk mencapai kekebalan kawanan/kelompok (Herd immunity) pemerintah gencar melakukan vaksinasi massal di berbagai tempat. Tentu hal ini merupakan upaya terbesar pemerintah dalam mencapai herd immunity.

Seperti kata Wali Kota Kendari beberapa saat lalu, beliau meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak itu tidak boleh kendor supaya kita terhindar dari penularan. Saya juga minta Dinas Kesehatan untuk mempercepat vaksinasi agar cepat terbentuk kekebalan semesta (Herd Immunity),” ungkap Wali Kota, Jumat, (22/10/2021).

Menurutnya, percepatan vaksinasi merupakan langkah akhir yang dilakukan pemkot Kendari agar masyarakat dapat mencapai herd immunity.

“Saya pikir ini adalah langkah akhir, apalagi sasaran kita sebanyak 265.147 orang. Sementara yang divaksin baru 162.095 orang atau 61,13%,” tutup Sulkarnain.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg, Rahminingrum menyatakan sebanyak 161.825 warga Kendari atau 61,03 % dari target sasaran sebanyak 265.147 orang, telah menerima suntikan vaksinasi. Penerima vaksin tersebut berasal dari berbagai kalangan.

Untuk mencapai target, Rahminingrum menyatakan pihaknya siap untuk menjemput bola. Jika ada permintaan dari masyarakat petugas kesehatan siap ke lokasi untuk melaksanakan vaksin.

Wanita berhijab ini juga menuturkan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya melaksanakan vaksin baik itu sosialisai dari rumah ke rumah maupun sosialisasi ke lingkungan masyarakat.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait