Kendari, Sultrademo.co — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhamad Saleh, memimpin rapat koordinasi dengan agenda percepatan Asta Protas Kemenag, Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa, serta Efisiensi Anggaran dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kemenag. Rapat tersebut berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Selasa (11/3/2025).
Hadir dalam rapat tersebut Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra, H. La Rija, Pejabat Administrator, Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Tenggara, serta Kepala Madrasah Negeri se-Sultra.
Dalam sambutannya, Muhamad Saleh menekankan pentingnya implementasi Asta Protas Kemenag Berdampak yang diusung oleh Menteri Agama RI, H. Nasaruddin Umar. Program ini merupakan tindak lanjut dari Asta Cita yang digagas oleh Presiden RI, H. Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
“Salah satu poin utama dari program Asta Protas ini adalah Ekoteologi yang menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam perspektif keagamaan. Sebagai wujud nyata, Kemenag akan menggelar penanaman satu juta pohon Matoa,” ujar Saleh.
Ia menambahkan, hingga saat ini, Kemenag Sultra telah mengumpulkan 2.000 bibit pohon Matoa dari 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Bibit tersebut rencananya akan ditanam di Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota, madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), pondok pesantren, serta rumah-rumah ibadah.
Saleh berharap, gerakan ini dapat berjalan dengan baik serta mendorong seluruh jajaran Kemenag Sultra untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam.
“Gerakan penanaman pohon Matoa ini akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Kami masih menunggu jadwal resmi dari Kemenag RI,” pungkasnya.
Laporan: Muhammad Sulhijah
Editor: Redaksi















