Wakatobi, Sultrademo.co – PT Pegadaian (Persero) Pusat berkolaborasi dengan Universitas Halu Oleo dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada para perajin besi di Pulau Binongko, Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bantuan berupa 100 unit tandon air dan 100 mesin gerinda ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ekonomi sekaligus menjawab kebutuhan dasar masyarakat di pulau yang dijuluki ”Pulau Besi” tersebut.
Penyaluran bantuan ini dikemas dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Kelurahan Sowa, Kecamatan Togo Binongko, pada 18–19 November 2025.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Kendari Riolan Malik, yang hadir langsung di lokasi, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap pengembangan usaha mikro di daerah kepulauan.
”Hari ini kami berada di Pulau Binongko untuk menyerahkan bantuan CSR Pegadaian berupa 100 tandon air dan 100 gerinda. Harapan kami, ke depannya para perajin ini bisa naik kelas, kualitas produknya lebih baik, dan taraf ekonominya semakin meningkat,” ujar Riolan.
Bupati Wakatobi Haliana mengapresiasi sinergi antara akademisi dan BUMN yang menyasar wilayahnya. Menurut dia, bantuan ini sangat tepat sasaran. Mesin gerinda krusial untuk proses akhir (finishing) produk besi, sementara tandon air adalah sarana vital bagi masyarakat Binongko yang kerap menghadapi tantangan ketersediaan air bersih.
”Bantuan ini manfaatnya luar biasa bagi masyarakat, khususnya pandai besi di Togo Binongko. Atas nama pribadi dan masyarakat Kabupaten Wakatobi, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Pegadaian,” kata Haliana.
Ketua Tim Pelaksana PKM Universitas Halu Oleo (UHO) Prof Samdin menjelaskan, proses penyaluran bantuan ini melalui tantangan logistik yang tidak mudah. Tim PKM telah bekerja sejak awal November di Kota Kendari untuk mengorganisasi pengiriman barang dari Pelabuhan Bungkutoko menuju Pelabuhan Rukuwa di Binongko.
”Pengangkutan bantuan ini menggunakan kapal tol laut dengan waktu tempuh perjalanan laut selama tiga hari. Kami sangat berterima kasih kepada Pegadaian yang memberikan kesempatan berkolaborasi untuk membantu kesulitan masyarakat,” ucap Samdin.
Sebelum puncak acara, salah satu anggota tim PKM, Laxmi, bersama tim mahasiswa telah tiba lebih awal di lokasi sejak 10 November 2025. Mereka bertugas melakukan verifikasi dan identifikasi nama-nama perajin agar bantuan jatuh ke tangan yang tepat. Selain menerima alat, para perajin juga mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas selama dua hari.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UHO ini terdiri dari sejumlah akademisi, yakni Prof Samdin sebagai ketua, dengan anggota Prof Alida Palilati, Prof Sudirman Zaid, Laxmi, dan Akifah. Tim ini juga dibantu oleh anggota mahasiswa tim PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat), antara lain Yoris Imanuel, Rizky Nur Amalia, Muh Reynaldi Ismail, Wa Mirna, dan Muh Parjil.
Laporan: Muhammad Sulhijah








