Kendari, sultrademo.co – Koperasi Syariah Bina Insan Cita yang berdiri sejak 27 Desember tahun 2016 ini memfokuskan pada pemberdayaan ekonomi lokal produk unggulan Sulawesi Tenggara dan memasarkan produk unggulan daerah di seluruh 17 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tenggara.
Model pendampingan pemasaran baik konsultasi branding maupun pemasaran offline dan Online. Toko offline yang memasarkan display terletak di Jalan Sao-Sao (toko Ole Ole Wakawondu) samping Matahari lama. Sedangkan pemasaran online di web site www.bici.co.id Email : koperasibici16@gmail.com, IG: koperasi_bici, FB: Koperasi BICI.
Saat ini Koperasi Syariah BICI telah memasarkan produk 5 kabupaten Kota diantaranya produk organik Buton Utara, produk VCO Wakatobi, produk Kabupaten Muna, ikan kering tanpa garam bete-bete dari Muna Barat dan yang terbanyak adalah produk Kota Kendari. Ketua Koperasi Musyida berharap seluruh produk unggulan sultra bisa dipasarkan di Toko offline maupun Online
Sabtu 23 Januari 2016, Koperasi Syariah Bina Insan Cita Indonesia (BICI) menggelar rapat anggota tahunan (RAT). Acara dimulai pada pukul 10.00 WITA dan dilaksanakan di Toko Oleh-Oleh Wakawondu yang juga merupakan sekretariat koperasi dengan dihadiri 30 orang anggota.
Hadir pula dalam rapat tersebut perwakilan dari dinas koperasi provinsi yaitu bapak LASKAR GOMBILO BITU, S.STP, M.Si yang merupakan Kabid Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Sultra untuk memberikan pengarahan dan masukan.
Hasil RAT memutuskan Musyida Arifin Kembali sebagai Ketua Koperasi dan Wa Ode Rulia sebagai Sekretaris. Sedangkan dewan pengawas di ketuai oleh Bapak Andi Ansar Said Jakile. Selain itu RAT juga menyepakati Rencana Kerja Koperasi BICI 2021 baik internal maupun eksternal.
Menurut Ketua Dewan Pengawas andi Ansar Djakile sebagai koperasi Syariah yang bergerak sebagai Koperasi Serba Usaha (KSU) Koperasi BICI memiliki tantangan dan peluang yang cukup besar. Anggota koperasi yang sebagian besar merupakan keluarga besar alumni HMI Sulawesi Tenggara ditargetkan bisa meningkat hingga 10 kali lipat dari jumlah anggota sebelumnya yang berjumlah 37 orang.










