Korpus BEM Se-Sultra Dipukul OTK, HMI Cabang Kendari Meminta Polda Sultra dan Polresta Kendari Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan

Kendari, Sultrademo.co – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari, Sapril Basmin, meminta aparat kepolisian untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di bulan suci Ramadhan.

Hal ini ia sampaikan pasca adanya insiden yang dialami oleh Koordinator Pusat (Korpus) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Sulawesi Tenggara, Ashabul Akram, di salah satu warkop yang berada di Jalan Malik Raya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, pada Selasa (12/03/24), sekira pukul 00.30 malam.

Bacaan Lainnya
 
 
 

“Kami meminta Kepada Kapolda Sultra dan Kapolresta Kendari untuk tetap menjaga Kamtibmas di bulan yang suci ini agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi, ” ungkap Sapril pada Selasa (12/03/24).

Sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang bisa menimbulkan konflik di masyarakat.

“kami juga menghimbau kepada masyarakat Sultra, khususnya warga Kota Kendari agar bersama-sama menjaga keamanan dan menjaga daerah kita, ” tuturnya.

Selain itu, Korpus BEM Se-Sultra, Ashabul Akram menceritakan Kronologi pemukulan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap dirinya bermula saat dirinya bersama beberapa rekan yang lain sedang berdiskusi di salah satu warkop yang berada di Kota Kendari.

“Awalnya kita lagi diskusi, tiba-tiba ada dua orang anak remaja yang dikejar oleh beberapa orang, kemudian remaja tersebut masuk kedalam warkop dengan sepeda motornya untuk mencari perlindungan, lalu beberapa orang yang mengejar ini pergi meninggalkan warkop,” ungkap Abul sapaan akrabnya.

Setelah itu lanjut abul, tak berselang lama beberapa orang tadi kembali ke warkop dan mengambil dan membawa sepeda motor milik si anak remaja.

“setelah mereka membawa itu motor, mereka kembali lagi dengan jumlah yang lebih banyak dan ada yang membawa senjata tajam serta pentungan polisi. Pada saat itu saya berada di depan warkop hingga saya hampir ditabrak. Setelah itu, salah satu dari mereka mendekati saya dan tiba-tiba melayangkan pukulan di bahu kiri saya dan menedang pinggang saya,” pungkas Ketua DEMA IAIN kendari ini.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan beberapa warga yang juga berada di tempat kejadian perkara (TKP), Abul mengatakan bahwa sejumlah OTK ini diduga merupakan anggota kepolisian.

Atas kejadian ini, Abul berharap agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku pemukulan atas dirinya, serta memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku.

Penulis: Ai
Editor: Redaksi

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait