KPI, KPU Dan BAWASLU Sepakat Larang Caleg Pasang Iklan Kampanye

  • Whatsapp

KIP, KPU & BAWASLU saat sosialisasi pengawasan kampanye media massa

Kendari (SultraDemoNews) – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sultra menggelar sosialisasi terkait pengawasan iklan kampanye di media massa dalam pemilu 2019.

Pada kegiatan tersebut memutuskan diantaranya larangan dari KPI agar kepada calon legislatif (caleg) tidak diperbolehkan memasang ikaln di media cetak, elektronil maupun media online.

Bacaan Lainnya

“Caleg bukan peserta pemilu, jadi caleg tidak bisa memasang iklan. Iklan hanya bisa dipasang oleh partai politik yang memuat para caleg,” ujar Nuning Rubiyah dalam pemaparannya dihadapan puluhan insan pers, komisioner Bawaslu dan KPU Kabupaten/Kota” ungkap Nuning Rubyiah selaku komisioner KPI di Hotel Same Boutique Kendari, Sabtu (26/01/2019)

Ia juga menambahkan, caleg bisa memasang iklan tapi tidak bermuatan kampanye. Ia menjelaskan, kalau caleg boleh memasang iklan, maka media televisi dan radio tidak bisa mengcover semua iklan peserta pemilu, tambahnya.

Senada dengan itu, La Ode Muhamad Nasir Ketua KPU Sultra mengatakan, untuk caleg dari salah parpol media kampanye telah disiapkan dalam atrirbut alat peraga kampanye (apk) yang telah ditentukan jumlahnya

Demikian pula disampaikan oleh Komsioner Bawaslu Sultra, Mursid Salam bahwa sesuai hasil kordinasi KPU BAWASLU dan LO parpol telah menyapakati terkait mekanisme pemasangan iklan di media masa

“Pada dasarnya untuk pemasangan iklan di media masa tidak diperbolehkan bagi seluruh para caleg, namun bisa diperbolehkan jika parpol mana saja yang akan memasang iklan di media masa dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” ungkapnya

Untuk diketahui jadwal pemasangan iklan sendiri, akan dimulai pada 24 maret sampai dengan 14 April 2019. Muatan iklan harus memenuhi unsur visi misi, citra diri berupa gambar dan nomor urut.

Laporan. Aryani fitriana

Pos terkait