Kunjungi Rumah AMAN Bombana, Burhanuddin Mengaku Rindu pada Warga Adat

Saat Burhanuddin berkunjung ke Rumah AMAN di Bombana

Bombana, Sultrademo.co — Mantan Pj Bupati Bombana 2022-2023 Burhanuddin tak melupakan apa yang dibuatnya di bekas wilayah pemerintahannya itu. Ahad pekan lalu, misalnya, mengunjungi Rumah AMAN Kabupaten Bombana di Lameroro.

Rumah AMAN atau Aliansi Masyarakat Adat Nusantara adalah tempat pengurus komunitas kerukunan suku Moronene di Kabupaten Bombana. Moronene adalah suku asli Bombana dengan segala adat dan tradisinya yang kuat.

Bacaan Lainnya
 

Selama menjabat Pj bupati, Burhanuddin meletakkan dasar legalistas seperti luas wilayah adat dan peraturan daerah kepada warga adat Moronene. Legacy yang ditinggalkan terus mendapat apresiasi dari petinggi masyarakat adat.

Ketua PD AMAN Kabupaten Bombana, Mansur Lababa menyambut baik dan meluapkan ekspresi kegembiraannya karena mantan Pj. Bupati itu berkenan mendatangi masyarakat adat di sela-sela kesibukannya kunjungan kerja di Bombana.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak H. Burhanuddin, karena beliau meskipun singkat waktunya menjadi penjabat Bombana namun bisa menetapkan luasan wilayah adat masyarakat Hukaea-Laea yang cukup lama tertunda,” kata Mansur Lababa dalam keterangannya yang diterima Senin (12/2/2024).

Mansur mengakui bahwa luasan wilayah adat yang diberikan Burhanuddin adalah bentuk penghargaan dan penghormatan kepada masyarakat Moronene Kabupaten Bombana.

“H Burhanuddin telah menandatangani SK luasan wilayah adat usulan Masyarakat Adat Moronene, dan itu menjadi karya beliau buat kami dari masyarakat adat,” kata Mansur.

Berkat perhatian yang sangat tinggi kepada masyarakat Moronene, Mansur berharap Burhanuddin bisa kembali memimpin Kabupaten Bombana. Prestasi melalui program-programnya menyentuh kebutuhan masyarakat Bombana.

Burhanuddin hadir di Rumah AMAN didampingi istri Fatmawati Kasim Marewa. Burhanuddin juga memberikan apresiasi dan salut atas perjuangan Masyarakat Moronene Hukaea-Laea yang berperan besar memperkuat kultur masyarakat Kabupaten Bombana.

“Pembelajaran bagi saya, rententan perjuangan Masyarakat Adat Moronene untuk mendapatkan pengakuan wilayah adatnya melalaui proses yang cukup panjang,” ujar Burhanuddin.

Yang membuat Burhanuddin salut adalah kegigihan masyarakat mempertahankan adat dan budaya di kampung adat Moronene.

“Semangat dan perhatian masyarakat untuk mempertahanan adat dan budaya di kampung adat Moronene, itu yang saya apresiasi,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin mengungkapkan banyak rencana besar saat menjabat Bupati untuk masyarakat Adat Moronene. Namun semua rencana itu belum direalisasikan.

“Masih banyak PR dan masih banyak hal yang mau dikerjakan di Hukaea-Laea tentu membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah,” ujar Burhanuddin.

Kedepannya, ujar mantan Pj Bupati Konawe Kepulauan dan Plt Sekda Buton Utara itu, bagaimana bisa membuka akses dari kampung masyarakat Adat agar tidak terisolir.

“Karenanya ada tanggungjawab dan kerinduan saya untuk bertemu dengan saudara-saudara saya di Moronene,” ujarnya.

Berkali-kali Burhanuddin keluar masuk Kampung Adat Moronene Hukaea-Laea. Burhanuddin punya banyak alasan.

Mantan Kepala Dinas ESDM Sultra ini mengaku dirinya keluar masuk kampung adat karena tidak mau melihat warga Bombana yang diperlakukan tidak adil yang masih terisolir. Mereka juga punya hak untuk berbahagia.

“Mudah-mudahan saudara-saudaraku senantiasa dalam kondisi sehat walafiat, dan saya tidak pernah berhenti memikirkan saudara-saudara saya di Hukaea-Laea ini. Saya merasa sudah menjadi bagian dari saudara-saudara saya semua,” tuturnya.

Kemudian, Burhanuddin berharap kedepan Kampung Adat Moronene Hukaea-Laea bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan keunikan budaya dan tradisi Moronene di Kabupaten Bombana.

 
*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait