Wawonii, Sultrademo.co – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar mahasiswa Wawonii menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan.
Jenderal Lapangan, Iwan Husain dalam keterangannya menuturkan adanya demonstrasi tersebut buntut dari lambatnya proses alokasi Beasiswa Wawonii Cerdas (BWC) Tahap I tahun 2022 serta lambatnya proses peresmian asrama mahasiswa Wawonii.
“Sehingga kami menilai Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Kesehjateraan Umum Kabupaten Konawe Kepulauan terkesan berbelit-belit dalam mencairkan beasiswa tersebut serta tidak adanya keterbukaan informasi dalam proses pengelolaan beasiswa. Verifikasi data hari ini berapa mahasiswa yang menerima?,” ucap Iwan, Selasa, (27/07/2022).
Selain berbeli-belit, menurutnya Pemda Konkep tidak sejalan dengan ketentuan UU Dasar 1945 pasal 28 f bahwa setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi dan juga UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik.
“Kami berhak mengetahui data mahasiswa penerima beasiswa serta peraturan Bupati Konkep tentang beasiswa cerdas Wawoniiku sebagai acuan,” tagasnya.
Lebih lanjut, kata Iwan bahwa keseriusan pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia di Konawe Kepulauan harus sejalan dengan sesegera mungkin resmikan asrama mahasiswa Wawonii yang telah rampung sejak tahun 2022.
“Sebab jika tidak segera ditempati secara perlahan bangun itu akan rusak,” tegasnya.
Terkait persoalan beasiswa kata dia harus segera diselesaikan oleh pihak Dinas Dikbud dan Kesra Konkep sebagai penanggung jawab dan pengelola BWC.
“Kami Mendesak pihak Dinas Kesejahteraan Masyarakat serta Dinas Pendidikan Kebudayaan agar segera mencairkan beasiswa Wawonii cerdas. Juga mendesak pihak Pemda Konkep segera meresmikan asrama mahasiswa Wawonii,”
“Dan mendesak Bupati Konawe Kepulauan agar segera mengalihkan penyaluran beasiswa dari Dinas Kesejahteraan Masyarakat ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkasnya.
Ketua Komisi III DPRD Konkep, Farid saat menerima massa aksi menuturkan bahwa sangat memahami apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.
“Kami juga tidak punya alasan untuk tidak cepat menyelesaikan, hanya kadang-kadang teman-teman juga tidak mengerti kalau ada mekanisme yang harus diselesaikan,” jelasnya.
Laporan: Muh Sulhijah
 






