Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Baznas Kota Kendari menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus penyerahan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi ekosistem Baznas yang meliputi imam masjid dan marbot se-Kota Kendari.
Kegiatan berlangsung di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (1/12/2025), dan dihadiri oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Sekretaris Daerah Kota Kendari, para kepala OPD, asisten, serta Ketua Baznas Kendari.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja, baik di sektor formal maupun informal. Menurutnya, program BPJS Ketenagakerjaan menjadi jaring pengaman penting bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun kondisi ekonomi yang tidak menentu.
“Pemerintah Kota Kendari terus berkomitmen penuh memastikan masyarakat memiliki perlindungan yang memadai. Program ini memberikan rasa aman bagi para pekerja dan keluarganya,” ujar Wali Kota.
Ia menyampaikan bahwa Pemkot Kendari sebelumnya telah menginisiasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja non-ASN berisiko tinggi seperti Satpol PP, Damkar, Perhubungan, tenaga di RSUD, Kominfo, dan BPBD. Bahkan sejumlah penerima sudah mendapatkan manfaat berupa santunan.
Wali Kota juga menyambut baik sinergi Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan bagi pekerja rentan dengan memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah. Dari sekitar 500 imam dan marbot masjid di Kota Kendari, saat ini 195 orang telah terdaftar, dan pemerintah menargetkan seluruhnya rampung paling lambat tahun depan.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan program perlindungan bagi kalangan nelayan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 20.000 orang. Nelayan berpenghasilan rendah akan diprioritaskan sebagai penerima bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan, sementara untuk nelayan dengan kemampuan ekonomi lebih baik dipersilakan mengikuti secara mandiri.
Tidak hanya itu, Wali Kota juga menyoroti perlunya perlindungan bagi pengemudi ojek, khususnya ojek online yang memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi. Program ini akan menjadi agenda selanjutnya melalui kerja sama dengan Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengapresiasi peran Baznas Kota Kendari yang terus bersinergi dalam berbagai program sosial, termasuk program 1000 tenaga pengajar mengaji yang diluncurkan pada HUT Kota Kendari pada Mei lalu.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kendari mengajak seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi demi menghadirkan lebih banyak program pemberdayaan, bantuan sosial, dan perlindungan bagi masyarakat.
“Mari kita bergandengan tangan memperkuat sinergi dan memaksimalkan peran kita dalam membangun Kota Kendari yang berkeadilan, aman, dan sejahtera menuju Kota Kendari yang semakin maju,” tutupnya.
 






