Kendari, Sultrademo.co – Lingkaran Survei Sulawesi (LSS) didirikan berbadan hukum pada tanggal 16 Juni 2020 atas dasar pemikiran bahwa demokrasi Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara akan berfungsi efektif dan stabil jika responsif terhadap persepsi, harapan dan evaluasi publik.
Monitoring opini publik secara berkala akan menjadi masukan bagi proses politik dan pembuatan kebijakan yang merupakan kebutuhan dasar sistem demokrasi. Survei yang dilakukan secara benar merupakan cara yang paling efisien, efektif dan akurat untuk memantau opini publik.
Lingkaran Survei Sulawesi (LSS) bersifat independen, non-partisan profesionalitas atau tidak berafiliasi pada partai politik maupun tokoh atau kelompok yang terlibat dalam kontestasi politik. LSS didirikan oleh tokoh – tokoh yang terpercaya independensinya, profesional, dan prodemokrasi.
Survei opini publik menjadi barometer aspirasi masyarakat dan pembuat kebijakan tak perlu menunggu Pemilu 5 tahun lagi atau referendum untuk mengetahui pendapat publik. Opini publik dan pergeseran perilaku sosial-politik bisa didapatkan dalam waktu yang singkat, akurat, dan efisien lewat survei opini publik yang benar. Karena itu survei opini publik bisa menjadi pilar demokrasi kelima setelah lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif dan pers.
Selain itu pada tahun 2021 LSS telah tergabung dengan Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) yang artinya kredibilitas LSS telah diakui secara nasional.

Direktur Eksekutif LSS, Andi Muhammad Hasgar menerangkan, setelah terbentuk berbadan hukum langsung mendapatkan kepercayaan untuk melakukan survei elektabilitas dan real count. Pada pilkada kabupaten Butur 2020.
“Dengan mendapat kepercayaan perdana melakukan survei elektabilitas dan real count hasil KPU dan hasil LSS mendekati kebenaran” tutur Hasgar. Minggu, (12/06/2022).
Pada tahun 2020, ketika LSS melakukan survei real count di Pilkada Buton Utara, berhasil mengukur jumlah perolehan suara para calon kepala daerah dengan tepat dan benar.
Dalam survei tersebut menempatkan pasangan Ridwan Zakariah-Ahali memenangkan pilkada Buton Utara dengan perolehan suara 38,35%, disusul oleh pasangan Abu Hasan-Suhuzu dengan perolehan suara 32,68%, dan terakhir pasangan Aswadi Adam-Fahrul Muhammad dengan perolehan suara 28,97%.
Untuk mengetahui lebih lengkap terkait Lingkaran Survei Sulawesi (LSS) silahkan akses di lingkaransurveisulawesi.com.
 






