Majelis Nasional KAHMI Minta Presidium MW Sultra Rangkul Majelis Daerah

Ketgam : Pelantikan Pengurus Presidium MW KAHMI Sultra

Kendari, Sultrademo.co – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) meminta kepada pengurus Presidium MW KAHMI Sultra agar merangkul semua MD KAHMI yang ada di Sulawesi Tenggara.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Koordinator MN KAHMI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat melantik pengurus Presidium MW KAHMI Sultra, disalahsatu hotel di Kendari, pada Rabu (19/10).

Bacaan Lainnya
 

“Soal menertibkan Majelis Daerah (MD KAHMI) harapan saya adalah bukan merubah pengurus yang sudah ada. Tetapi bagaimana merangkul semuanya supaya kemudian KAHMI itu menjadi kekuatan yang besar karena kalau kemudian kita tidak bersatu, masih ada perbedaan disana sini, tidak saling merangkul maka untuk menjadi Gubernur, Ketua DPRD akan diambil oleh orang lain,” ujar Doli, pada Rabu (19/10/2022).

Doli menceritakan, sebelum dirinya menandatangi Surat Keputusan (SK) tersebut, dia terlebih dahulu memeriksa dan menanyakan beberapa kader-kader potensial yang tidak dimasukan di dalam SK seperti Mastri Susilo dan Yusmin.

“Beberapa minggu yang lalu para pengurus presidium datang ke Jakarta menyerahkan SK. Setelah membaca SKnya, saya kemudian tidak langsung menandatangani SK tersebut, tetapi saya memeriksa dulu dan menanyakan dimana si A, si B, si C, si X dan di mana Y. Karena pada saat itu saya tidak melihat nama dua keder potensial di Sultra yakni Mastri Susilo dan Yusmin. Sehingga saya menyampaikan jika dua keder potensial ini tidak dimasukan didalam SK, tidak dirangkul dan diajak bergabung dalam kepengurusan saya tidak akan menandatangani SK, kemudian ketika nama itu masuk saya tanda tangan,” beber Doli menceritakan.

Lebih lanjut, Doli berharap dengan dilantiknya pengurus Presidium MW KAHMI Sultra bisa menambah kesolidan antar sesama alumni HMI di Sulawesi Tenggara.

“Harus membangun soliditas dengan semua keluarga HMI dan KAHMI karena kita kemarin selama Muswil kan ada dinamika yang cukup tinggi yang sebenarnya itu biasa saja karena inikan organisasi. Akan tetapi yang paling penting adalah begitu selesai, keputusan sudah diambil, semuanya harus menghormati dan semuanya juga harus dirangkul kembali. Saya berpesan agar satu dua orang keluarga besar KAHMI harus menjadi bagian dari kebersamaan keluarga besar KAHMI dan HMI di Sultra,” tuturnya.

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, Yusmin membatah pernyataan bahwa pengurus Presidium MW KAHMI Sultra telah melakukan komunikasi dengan dirinya, dan menyatakan dirinya sudah bergabung ke presidium.

“Tidak pernah ada komunikasi dengan saya, bohong itu. Saya tidak pernah menyatakan bergabung ke presidium,” tegas Yusmin, pada Selasa (18/10) malam.

Dirinya membeberkan bahwa, jangankan menjadi pengurus Presidium, saat Muswil ketika ditawari Koordinator Presidium dia menolaknya.

“Jangankan jadi pengurus Presidium, saya waktu Muswil saja ditawari jadi Koordinator Presidium saya tidak mau. Pada waktu itu (Muswil) datang Sekretaris Presidium Mastri Susilo disaksikan Jusmani menyampaikan kepada saya untuk menjadi koordinator presidium, tapi saya tolak,” katanya.

Penolakan itu bukan tanpa dasar, dirinya menerangkan itu semua karena kehendak dari 11 dari 17 MD KAHMI di Sulawesi Tenggara yang menginginkan sistem presidensial.

“Saya menolak bergabung ke presidium karena saya mengikuti kehendak suara mayoritas yaitu 11 majelis daerah untuk mengusung sistem presidensial,” pungkasnya.

 

Laporan: Muh Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait