Kendari, Sultrademo.co– Guna mendorong peningkatan ekonomi daerah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra pada musrov ke VII nanti akan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Undarstanding (MoU) dengan tiga lembaga.
Antara lain Pemerintah Daerah, beberapa lembaga Adat di Sultra, dan perguruan tinggi seperti Universitas Haluoleo.
Hal itu dibeberkan Wakil Ketua Kadin Sultra, Baladin kepada awak media.
Kata dia, sesuai amanat UU pasal 33, disana dijelaskan bahwa kekayaan alam harus dimanfaatkan sebesar besarnya untuk rakyat.
Sebab itu, pihaknya menggandeng beberapa lembaga adat untuk turut andil dalam mendorong pemanfaatan tenaga lokal di bidang pertambangan serta turut menjaga kondusifitas dan keamanan investasi di daerah
“Ada lembaga adat Tolaki, Wolio, Wuna dan Moronene. Selama ini bidang Investasi ini sering terjadi ketidaknyamanan dan kesalahpahaman masyarakat lokal dan berikutnya banyak tanah Ulayat dikelola tambang. Makanya perlu dilibatkan lembaga adat,” katanya.
Sementara itu tambah dia, MoU dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi dimaksudkan pada kolaborasi membangun ekonomi daerah.
Selama ini, dunia usaha berjalan sendiri, pemerintah berjalan sendiri dan perguruan tinggi jalan sendiri.
Padahal, pengusaha dan perjalanan investasi ini sangat mendukung pembangunan ekonomi daerah yang memudahkan pemerintah dan perluasan lapangan kerja bagi alumni perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi teknologinya dan informatikanya kita butuhkan, disana ada digitalisasi. Misal, industri peternakan membutuhkan sentuhan teknologi. Dan itu dimiliki oleh Perguruan tinggi,”ujarnya. Kamis 31/12.
Beberapa hal yang akan di sepakati adalah Pemerintah Daerah memberikan ruang keterlibatan pengusaha lokal dalam berinvestasi di Sulawesi Tenggara, di bawah Koordinasi Kadin sebagai lembaga pengusaha lintas sektoral yang diamanahkan oleh Undang-Undang No.1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang Dan Industri.
Berikutnya Perlu keterlibatan Perguruan Tinggi untuk melakukan berbagai macam penelitian termasuk seminar yang berhubungan dengan peningkatan nilai tambah produk unggulan Sultra termasuk juga pemanfaatan teknologi informasi baik dalam bentuk aplikasi maupun data bisnis secara digital.
Terakhir mendukung sepenuhnya program ekonomi pemerintah yang melibatkan dunia usaha dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan potensi unggulan di Sulawesi Tenggara
“Komoditi lokal harus mendunia. Sekarang ini industri sektor perikanan dan perkebunan masih jarang pelakunya dari pengusaha lokal. Kita memiliki mente dan kakao tapi kita tidak menjadi tuan sendiri. Harus dari kita. Sultra harus bangkit dari segala sektor. Seluruh aktivitas bisnis harus dikelola sepenuhnya oleh kita. Kita akan dorong semuanya,” tutupnya. (AK)










