Marak Karyawan Dirumahkan, Begini Komentar Ketua Umum SBSI Sultra

  • Whatsapp

Kendari, Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak besar bagi sosial dan ekonomi.

Salah satu dampaknya yakni maraknya karyawan yang dirumahkan, bahkan dibeberapa perusahaan telah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal.

Bacaan Lainnya

Menanggapi itu, Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Alvian Pradana Liambo., SH.MH. menuturkan, dalam kondisi saat ini, pihaknya mengajak masyarakat terus berdo’a, bersabar dan berikhtiar melawan virus tersebut. Karena hanya dengan bahu-membahu ujian ini dapat terlewatkan.

Kata dia, pemutusan hubungan kerja yang terjadi tentunya bukan keinginan perusahaan. Covid – 19 merupakan bencana non alam yang menjadi penyebab bagi pengusaha tidak mampu memenuhi prestasinya. Atau dengan kata lain hal oti terjadi diluar kemampuannya (force majure).

“Renegosiasi bisa dilakukan agar effect dari Covid – 19 ini tidak memberatkan pengusaha dan tidak merugikan para buruh, kita banyak berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 ini cepat berakhir, dan kembali bangkit dari segala sisi terutama ekonomi agar pengangguran dan kemiskinan dapat teratasi,” ujarnya.

Menurut dia, ada beberapa kebijakan strategis dan taktis yang harus dilakukan pemerintah. Diantaranya memberikan motivasi terhadap buruh/pekerja yang terpaksa harus kehilangan pekerjaan, memnerikan bantuan sosial, stimulus modal usaha, program kartu prakerja, dan hal-hal yang dapat meringankan para buruh.

Perlu juga diingat, tambah dia, bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada buruh/pekerja penerima upah (PU) atau yang dikenal dengan pekerja formal, tetapi juga diperuntukan untuk pekerja informal seperti Ojek Online (Ojol), Pelaku UMKM, Tukang Batu, Tukang Jahit dan lain lain.

Dalam kesempatannya itu juga, Ketua SBSI-Sultra ini mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional Tahun 2020 bagi para buruh diseluruh nusantara.

“Semangat perjuangan kepada Kaum buruh harus terus digelorakan, bangkit dari keterpurukan atau diam dan tak berdaya maka tentu pilihannya adalah tetap bergerak, songsong masa depan rebut kejayaan bersama yakini bahwa Covid-19 akan berlalu dan keadaan kembali membaik semoga Allah SWT meridhoi setiap perjuangan kita. Terkhusus para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 Tetap Semangat Yakini Tuhan bersama kita semua,” tutupnya.

Laporan : Jumardin
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait