Marak Pembusuran Dikalangan Pelajar, Dikmudora Sebut Pelaku Luar Daerah yang Ada di Kendari

Ketgam : Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus melakukan koordinasi dengan pihak Polresta dan Babinsa Kendari dalam hal penanganan busur dan begal yang masih marak di Kendari.

Penjabat Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, aksi busur yang marak terjadi memang menjadi perhatian serius pemerintah. Sehingga diungkapnya, keterlibatan pihak kepolisian sangat penting dalam penanganannya.

Bacaan Lainnya

“Kita terus lakukan koordinasi dengan Polresta, yang jelas sekarang kita pemerintah tidak akan tinggal diam,” bebernya.

Sementara, terkait pelaku yang terindikasi adalah kaum pelajar, Asmawa mengungkapkan, bahwa itu bukan pelajar dari Kendari. Melainkan pelajar luar daerah yang ada di Kendari.

“Kita dapat laporan dari Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kendari ibu Saemina, bahwa memang pelaku pembusuran kebanyakan anak-anak yang datang dari luar masuk ke kota Kendari dengan tujuan tertentu,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dikmudora, Saemina membeberkan, terkait maraknya pembusuran dikalangan pelajar, itu memang diindikasikan adalah dikalangan pelajar tetapi kita tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa ini adalah pelajar yang ada di kota Kendari.

“Dan setelah setelah kami mendapat informasi dari pihak kepolisian, memang pelajar ini mayoritas dari luar dan hanya satu atau dua orang saja dari Kendari,” ungkap Saemina, Selasa, (10/01/23).

Untuk menangani pembusuran di kalangan pelajar, Saemina mengaku pihaknya sudah mengkoordinasikan di setiap satuan pendidikan dalam hal memberikan pemahaman.

“Jadi kita sudah koordinasi dengan para Kepala-kepala satuan pendidikan untuk memberikan edukasi kepada anak didik mereka melalui babinsa-babinsa yang ada di setiap polres yang ada,” tutup Saemina.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait