Kendari, Sultrademo.co – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI, H. Muhammad Ali Ramdhani, memberikan pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kementerian Agama Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu, (3/8/2024).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sultra dan dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota se-Sultra, Ketua Tim Kerja, dan Kepala Madrasah.
Dalam sambutannya, Ali Ramdhani menekankan pentingnya lima budaya kerja yang harus menjadi pegangan bagi seluruh ASN Kemenag.
Ia menyoroti Gerakan Kemenag Sultra Action, yang meliputi Adaptif, Cekatan, Tekun, Inovatif, Optimis, Nyata, sebagai wujud nyata dari penerapan Lima Budaya Kerja Kemenag. Lima budaya kerja tersebut meliputi integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab, dan keteladanan.
Ali Ramdhani menjelaskan integritas adalah keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang benar. Ia menekankan bahwa kejujuran adalah kunci keberhasilan dan harus menjadi fondasi dari setiap ASN.
“Bangunlah kehidupan diatas kejujuran, karena kejujuran adalah kunci keberhasilan,” ujarnya.
Budaya kerja kedua yang disorot adalah profesionalitas. Ali Ramdhani menyatakan seorang ASN harus bekerja sesuai dengan ilmu dan kemampuannya. Ia menegaskan bahwa tanpa profesionalitas, pekerjaan akan mengalami kehancuran.
“Berhenti belajarnya seorang ASN, adalah kematian hakiki dari profesinya sebagai orang yang melayani umat,” tergasnya.
Inovasi menjadi nilai budaya kerja ketiga yang ditekankan oleh Ali Ramdhani. Ia mendorong ASN untuk terus berinovasi dan melakukan terobosan-terobosan baru, seperti transformasi digital yang saat ini tengah diterapkan. Menurutnya, inovasi adalah kunci untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Tanggungjawab sebagai nilai keempat juga menjadi fokus dalam pembinaan ini. ASN tidak hanya bertanggung jawab secara administratif, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
Terakhir, nilai keteladanan menjadi penutup dari pembinaan ini. Ali Ramdhani mengajak seluruh ASN untuk selalu rendah hati, melayani, dan menebar kebaikan di manapun mereka berada.
“Manusia terbaik adalah manusia yang bisa memberikan kontribusi terbaik bagi sesamanya. Apapun yang kita bicarakan, itu menjadi tak penting sepanjang tidak ada aksi. Satu aksi nyata lebih bermakna dari jutaan retorika,” pungkas Ali Ramdhani.
Acara pembinaan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh ASN Kemenag Sultra untuk lebih memahami dan menerapkan lima budaya kerja dalam tugas dan pelayanan mereka.















