Kendari, Sultrademo.co – Menindaklanjuti upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam mengoptimalkan digitalisasi transaksi, Wali Kota Kendari melakukan rapat bersama Bank Indonesia di aula Media Center Rujab Wali Kota Kendari untuk membahas strategi akselerasi pengguna QRIS di Kota Kendari.
Menurut Wali Kota, Untuk menerapkan transaksi digital ini pemerintah Kota Kendari akan memulai dari sejumlah sektor yakni sektor pendidikan dan rumah-rumah ibadah khususnya di masjid.
Hal tersebut dilakukan dengan melihat kondisi kota Kendari beberapa tahun terakhir saat pandemi sangat berdampak bagi masyarakat, namun dengan penggunaan QRIS di Kota Kendari, Pemkot Kendari terbantu dengan kesiapan untuk mengoptimalkan digitalisasi ini.
“Kita merasakan betul beberapa tahun terakhir salah satu dampak Covid 19, ini akhirnya kita terbantu dengan kesiapan kita untuk mengoptimalkan digitalisasi ini,” ujarnya.
“Kita akan dorong semua sekolah-sekolah dan masjid-masjid. Nanti anak-anak kita, orang tua kita tidak perlu lagi bayar cash tapi sudah dengan transaksi non tunai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara Doni Septadijaya mengungkapkan, untuk membangun sistem pembayaran digital harus dilakukan secara bersama-sama.
“Ekosistem itu ada pemerintah daerah, ada dari sisi banknya dan ada dari pelaku usahanya. Nanti ASN akan dimigrasikan ke mobile banking QRIS, pelaku usaha didorong untuk mendukung kegiatan nontunai, nanti juga kita akan buat surat edaran,” ujarnya, Rabu, (27/07/22).
Untuk diketahui, rapat kali ini diikuti beberapa bank yakni Bank Sultra, Bank Himbara, Bank Syariah Indonesia dan Bank Mandiri.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






