Meski Pandemi, SDN 1 Oheo Gelar Pesantren Kilat 

Reporter: Upi

KONAWE UTARA– Meski peserta didik sebagian besar dirumahkan akibat pandemi Covid-19, bukan kendala bagi sekolah mengadakan Pesantren Kilat di bulan suci Ramadan.

Bacaan Lainnya

Seperti yang telah dilakukan oleh Sekolah Dasar (SDN)1 Oheo Kabupaten Konawe Utara(Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tanggal 03-08 Mei kemarin

Giat itu sudah menjadi agenda rutin sekolah untuk melaksanakan pesantren kilat di bulan suci Ramadan sebagai mana tertuang pada Rencana Kerja Sekolah (RKS)

“Kegiatan Pesantren Kilat ini sudah masuk dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) sehingga ini juga menjadi dasar kami untuk laksanakan kegiatan pesantren kilat tersebut meski di tengah wabah virus corona,” jelas Rosmina,selaku Kepala SD Negeri 1 Oheo Pada media ini, Minggu, 08 Mei 2021.

Pesantren Kilat secara tatap muka tersebut digelar selama lima hari mulai Senin-Sabtu, 03-08 mei 2021 kemarin dan giat kali ini berbeda degan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini lebih tekhnis mempelajari ilmu agama dan juga praktenya.

Rosmina menuturkan kegiatan Pesantren Kilat (PESKI) kali ini diikuti sebanyak 36 murid dari 43 secara keseluruhan. Meski demikian, pihaknya sangat bersyukur melaksanakannya. Sebab tahun 2020 lalu tidak sempat dilakukannya karna lonjatan pandemik covid-19 yang sangat mengancam keselamatan anak didiknya.

“Kami fokus pendalaman pada praktek gerakan sholat yan baik dan tertib, bacaan bacaan Al’quran serta kemudian materi praktek gerakan wudhu juga serta doa-doa nya, dan yang terakhir praktek adzan,”Jelas Rosmina saat di konfirmasi melalui via WhatsApp Minggu 09 Mei 2021.

Dirinya berharap melalui pola-pola tersebut para muridnya bisa menjadi pribadi yang taat pada ajaran agama dan pengamalannya juga memberikan bekal  setelah meninggalkan sekolah yang dipimpinnya.

Sementara itu Hukrandi Jufri, selaku ketua panitia pada perlombaan pesantren kilat tersebut yang juga sebagai guru Pendidikan Agama Islam(PAI) mengatakan bahwa meski ada suasana berbeda tapi anak-anak terlihat semangat mengikuti kegiatan.

Apalagi tujuannya untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan mereka sejak dini dan bagian dari penguatan pendidikan karakter (PPK). Dalam PPK ini, ada 5 nilai karakter utama, yakni religius, nasionalisme, integritas, kemandirian, dan kegotongroyongan.

Diakhir percakapan, Jufri menyampaikan bahwa pemerintah desa setempat sangat mendukung kegiatan tersebut, bahkan kepala desa tersebut mencanangkan untuk melakukan kegiatan yang sama dua kali setahun, hal itu bertujuan sebagai bahan evaluasi pemerintah dan tenaga pengajar dalam persolan religius.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait