Kendari, Sultrademo.co– Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memacu transformasi di sektor transportasi darat dan laut.
Langkah ini diwujudkan melalui penguatan digitalisasi pelayanan publik serta pembenahan infrastruktur pelabuhan strategis guna mendongkrak efisiensi dan efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si., mengungkapkan bahwa percepatan sistem digital menjadi kunci utama dalam menekan potensi kebocoran retribusi di wilayah perairan darat dan laut.
“Aplikasi tersebut kita implementasikan untuk memudahkan akses pelayanan publik di bidang perhubungan serta memastikan pengelolaan PAD di pelabuhan berjalan lebih transparan melalui sistem elektronik nontunai,” jelas Fadlansyah, Kamis (24/9/2026).
Luncurkan 3 Aplikasi Utama dan Fitur Pengaduan
Guna merealisasikan target tersebut, Dishub Sultra telah meluncurkan lima aplikasi pelayanan digital, dengan tiga instrumen utama yakni SIM OK, Si Bolang, dan Silandak.
Inovasi ini dirancang khusus untuk memangkas birokrasi serta menutup celah penyimpangan dari transaksi manual di lapangan.
Selain mengintegrasikan transaksi ke dalam sistem elektronik nontunai, platform digital ini dibekali dengan fitur pengaduan masyarakat.
Lewat fitur tersebut, pengguna jasa dapat melaporkan kondisi fasilitas penyeberangan secara real-time hingga memantau dinamika antrean kendaraan di area pelabuhan.
Renovasi Total Pelabuhan Baubau, Torobulu, dan Amolengo
Di sisi lain, perbaikan sarana fisik tetap menjadi prioritas berimbang. Dishub Sultra saat ini tengah merehabilitasi secara total tiga pelabuhan penyeberangan utama yang menjadi urat nadi konektivitas antarpulau, yakni Pelabuhan Baubau, Pelabuhan Torobulu, dan Pelabuhan Amolengo.
Pembenahan fisik secara menyeluruh ini ditujukan untuk menunjang optimalisasi operasional perhubungan laut serta memberikan standar kenyamanan dan keselamatan yang lebih baik bagi para penumpang.
Proyek perbaikan besar-besaran pada ketiga fasilitas penyeberangan tersebut terus dikawal agar berjalan sesuai tenggat waktu. Seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan rampung sepenuhnya dan siap diresmikan pada Desember 2026.
 






