Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari terus berupaya memberikan kehidupan yang layak bagi warganya yang hingga kini masih bergulat dengan dampak Covid-19. Terlebih lagi beberapa daerah di ibukota tak terkecuali Kota Kendari semakin gencar memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Tak banyak yang bisa dilakukan masyarakat ketika PPKM terus di perpanjang. Baik itu pelaku UMKM maupun rakyat biasa yang hanya menggantungkan hidupnya dari berjualan di beberapa pasar tradisional.
Dampak dari PPKM tersebut juga sangat terlihat bagi masyarakat miskin yang berada di beberapa wilayah kota Kendari. Hal tersebut justru semakin menggerakan hati Pemkot Kendari dalam hal ini Wali Kota Kendari untuk terus berbagi dengan warganya yang kesulitan di masa sekarang ini.
Salah satu bukti nyata yang kini terlihat oleh warga yakni pemberian bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) kepada beberapa kepala keluarga yang ada di Kota Kendari.
Tercatat hingga hari ini, puluhan rumah warga tidak layak huni telah menerima bantuan tersebut dari Wali Kota Kendari yang diserahkan secara bertahap melalui rekening yang telah diberikan.
Pada tahap awal akan ditransfer sebanyak 25% dari total jumlah bantuan yang akan diberikan, lalu jika tahap pertama telah digunakan dan ada prosesnya maka tahap kedua 45% akan ditransfer, dan yang terakhir akan ditransfer 30%. Masyarakat secara swadaya memperbaiki rumahnya menggunakan bantuan tersebut.
“Proses perbaikan rumah ini dilaksanakan langsung oleh masyarakat, karena sasarannya memang bagaimana warga bisa memanfaatkan dana secara maksimal untuk memperbaiki rumahnya. Dana ini bisa digunakan untuk membeli bahan dan upah untuk pekerja perbaikan rumah”, ungkap Kepala Dinas Perumahan, Kawasan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Cornelius Padang, S.E.
Sementara Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir,S.E, M.E, mengatakan program ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat dengan kondisi rumah yang tidak layak huni dan kondisi ekonomi terbatas agar dapat memperbaiki rumahnya sehingga lebih layak untuk ditinggali bersama keluarga.
“Nilai bantuannya itu sebesar Rp 20 juta per rumah dan nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masyarakat penerima secara bertahap. Sifatnya itu masyarakat yang secara swadaya memperbaiki sendiri rumahnya,” ucap Wali Kota.
Dana Rp.20 juta ini 75 persen untuk membeli bahan dan 25 persen untuk upah tenaga kerja. Harapan kami, masyarakat yang kondisi ekonominya terbatas dapat terbantu untuk memperbaiki rumahnya.
” Nantinya bantuan ini dapat digunakan dengan baik untuk membangun dan memperbaiki rumah agar di tahun yang akan datang, bantuan seperti ini dapat diprogramkan kembali untuk warga yang belum mendapatkan bantuan pada hari ini,” harapnya.
Dengan program bantuan ini, Wali Kota berharap dapat mewujudkan visi Kota Kendari, yaitu Mewujudkan Kota Kendari sebagai Kota yang layak huni yang berbasis Ekologi, Informasi dan Teknologi meski masih dalam situasi pandemi Covid-19.
Dalam setiap kegiatan yang di lalui orang nomor satu di Kota Kendari ini, beliau juga tak luput untuk selalu mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk selalu patuh dan taat terhadap Protokol Kesehatan (Prokes), mencuci tangan, menggunakam masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan.
Hal tersebut diyakini Pemerintah Kota Kendari satu-satunya jalan yang menuntun masyarakat agar segera terhindar dari Virus Covid-19, Rabu (19/08/21).
 






