Kendari, sultrademo.co – Pengamat Politik Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr M Najib Husein menilai Pertai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sultra saat ini sedang mengalami krisis kader pemimpin.
“Apa yang terjadi dengan Gerindra hari ini. Bahwa orang bisa membaca Gerindra menghadapi krisis kader pemimpin yang seharusnya itu tidak terjadi oleh Gerindra partai besar seperti ini,” ujar Najib disalah satu Warkop di Kendari, Jumat (14/7/2023) malam.
Seharusnya, kata Najib, Gerindra harus bisa menampilkan sosok-sosok baru yang bisa membawa elektabilitas partai jauh lebih tinggi kedepan seperti elektabilitas Gerindra di tingkat nasional.
Belum lagi secara lokal Gerindra saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketua DPD-nya Andi Adi Aksar yang ditersangkakan atas kasus dugaan penggelapan dana perusahaan tambang.
Dan baru-baru ini Ketua DPC Gerindra Muna La Ode Gomberto menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2021-2022.
“Namun di satu media kemarin saya sudah manyampaikan ada satu figur yang sangat kuat di Gerindra yaitu figur Prabowo. Dan ini yang harus di manfaatkan dan di fungsikan Gerindra di daerah,” tutur Najib.
“Bahwa ketika mereka menghadapi berbagai tantangan utamanya masalah hukum maka pada saat itulah Gerindra bisa memanfaatkan figur Prabowo untuk kemudian bisa tetap mempertahankan suara-suara yang sangat loyalis dari Prabowo,” lanjutnya.
Mengingat, kata Najib pada Pemilu 2019 Prabowo menang di Sulawesi Tenggara sehingga tidak sulit untuk bisa menjangkau kembali suara-suara yang bisa dikatakan sebagai suara-suara prabowo.
“Itulah menurut saya strategi yang bisa dilakukan teman-teman Gerindra di Sulawesi Tenggara. Bagaimana kemudian bisa menggiring kembali opini menyatuhkan langkah bahwa Gerindra bukan hanya sekedar satu sosok tetapi banyak tokoh-tokoh yang bisa tetap mempertahankan nama baik Gerindra,” tandas Najib.
Laporan: Muh Sulhijah
 






