Pemda Buteng Minta Camat Mawasangka Tindak Tambang Pasir

BUTON TENGAH SULTRA DEMO CO- Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta ketegasan Camat Mawasangka dalam menyikapi tambang pasir yang ada di pinggiran pantai (Tambang galian C).

Menurut Sekda H Kostantinus Bukide saat dikonfirmasi mengatakan, pasir Mawasangka memang mempunyai potensi tetapi dari segi perdata tata ruang, itu bukan bagian dari kawasan pertambangan. Kamis (11/11/2021).

Bacaan Lainnya

“Sehingga kemarin awal kesana saya berfikir ini masuk dalam kawasan pertambangan, ternyata tidak. Sehingga kita mengambil sikap untuk tidak memberikan ruang untuk dijadikan pengolahan tambang golongan C,”ucapapnya

Setelah itu, Bupati mengeluarkan surat edaran untuk melarangnya. Meski begitu pihaknya tidak sekedar melarang tapi juga mencari solusi. Artinya Pemda pada saat itu memfasilitasi untuk menghubungkan para pengolah dengan salah satu perusahaan yang ada di luar Buteng.

“Kemudian pemerintah Kecamatan Mawasangka itu merupakan bagian dari Pemda jadi dia harus terikat dengan surat edaran Bupati, karena jelas dalam surat edaran Itu melarang melakukan pengolahan pasir,” katanya.

Terkait enam poin yang tercantum dalam surat edaran tersebut yang salah satunya untuk mengoptimalkan upaya penghentian aktivitas pertambangan pasir, maka perlu dilakukan pengawasan oleh pemerintah kecamatan dan menyampaikan kepada pemerintah daerah.

“Hanya berapa kali camat kesini meminta petunjuk dan saya katakan harus melakukan teguran kepada para pemain itu, kan sudah ditau itu siapa siapa orangnya dan buat teguran tembusan kesini nanti dari Bupati atau juga melalui sekretaris daerah nanti kita buat surat penegasan terkait pelarangan itu,”ujarnya

“Pesan saya terhadap pemerintah kecamatan saya meminta kepada camat untuk tegas artinya lihat surat edaran Bupati disitu kan jelas karena z takutkan kalau camat tidak melakukan langkah tegas nanti masyarakat mengganggap camat itu bagian dari mafia pasir,” tambahnya.

Laporan : Irfan

Pos terkait