Kendari, Sultrademo.co – Perhelatan pesta demokrasi di Pemilu 2024 nanti khususnya di Sultra diperkirakan potensi money politik akan tetap tinggi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu Sultra, Hamirudin Udu saat menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu disalahsatu hotel di Kendari, Selasa (26/7/2022).
“Kalau kita di Sultra ini memang potensi politik uangnya berdasarkan data pemilu 2019 perkiraannya tetap akan tinggi untuk wilayah Sultra,” kata Hamirudin.
Hal tersebut menurutnya dikarenakan faktor banyaknya investasi pertambangan di Sulawesi Tenggara, sehingga besar potensi para investor untuk berada dibalik para penguasa.
“Setelah menang itukan ada kewenangan kekuasaan yang bisa mereka manfaatkan untuk melancarkan kegiatan tambang dan bisnisnya di Sultra. Itu kemungkinan besar,” ucap Hamirudin.
Dia menceritakan selain dan faktor investor disisi lain juga dari kesadaran masyarakatnya sendiri.
“Di Pemilu 2019 kami Bawaslu dibeberapa titik yang kita lihat ada spanduk disini menerima serangan fajar atau ada uang ada suara dan pada praktek setelah Pemilu terjadi kita dengar dari teman teman caleg mereka mengeluarkan duit sampai miliyaran rupiah untuk mereka bisa duduk,” terangnya
Oleh itu menurut dia money politic sebenarnya masih senantiasa membayang bayangi hanya saja Bawaslu tidak bisa melihat dan masyarakat sendiri tidak melapor sebab masyarakat juga mengharapkan uang.
Sehingga money politic itu terjadi diruang-ruang gelap atau mereka saling kontak untuk tidak diketahui dan berada di tempat-tempat yang tidak dilihat orang.
“Kira kira begitu. Kaya orang berselingkuh, nah ini yang harus diubah paradigmanya,” ujarnya.
Dia mencontohkan seperti menerima 100 ribu uang dari peserta pemilu tapi tanpa disadari itu akan dampaknya selama lima tahun kedepan.
“Kalau kita hitung selama lima tahun itu hanya sekitar 55 rupiah perhari dari uang 100 ribu itu. Inikan kecil sekali, padahal kalau yang terpilih ini adalah dia yang peduli dengan masyarakat, kesejahteraan masyarakat yang memiliki kompetisi untuk melakukan pembangunan infrastruktur, ekonominya kita bisa terbangun, kesejahteraan dan peningkatan pendapatan kita itu bisa jauh lebih baik sehingga masyarakat kita itu tidak terus berada di bawah garis kemiskinan,” pungkasnya.
Laporan : Muh Sulhijah
 






