Buton, Sultrademo.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menunjukkan komitmen penuh terhadap kemajuan dunia pendidikan dengan menyelenggarakan Konferensi PGRI Kabupaten Buton Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030.
Acara yang digelar di Aula Bupati Buton, Takawa, pada Rabu (14/5/2025) ini dihadiri langsung oleh Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, SH, serta diikuti puluhan pengurus PGRI se-Kabupaten Buton, kepala sekolah, dan perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan.
Konferensi mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”, sebagai bentuk kesiapan organisasi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan nasional di era perubahan. Bupati Buton dalam sambutannya menegaskan peran sentral guru dalam menciptakan generasi unggul.
“Guru adalah ujung tombak pembangunan SDM. Transformasi PGRI adalah bagian penting dari transformasi pendidikan nasional,” ujarnya.
Konferensi ini fokus pada tiga agenda utama:
1. Evaluasi Program Masa Bakti Sebelumnya
Membahas capaian dan tantangan program PGRI Kabupaten Buton selama periode 2020–2025.
2. Penyusunan Rencana Lima Tahun ke Depan (2025–2030)
Menyusun strategi peningkatan kompetensi guru, penguatan kurikulum adaptif, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan.
3. Pemilihan Kepengurusan Baru
Memilih ketua dan pengurus PGRI Kabupaten Buton untuk masa bakti berikutnya.
Bupati Alvin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan PGRI.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program PGRI, baik melalui kebijakan maupun anggaran. Insyaallah, Pemkab Buton akan diskusikan bentuk konkret dukungan ini,”tambahnya.
Dalam pidatonya, Bupati Buton menyoroti visi pembangunan SDM Kabupaten Buton yang selaras dengan target Indonesia Emas 2045.
“Kualitas pendidikan Buton harus menjadi fondasi untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap bersaing di tingkat global,”tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dedikasi guru di daerah tersebut.
“Saya berharap seluruh guru di Buton tetap semangat menjalankan profesi mulia ini. Masa depan pendidikan Buton ada di tangan Bapak/Ibu,” pesannya.
Pemkab Buton berjanji memperkuat kerja sama dengan PGRI melalui:
– Pelatihan Guru Berkelanjutan
Peningkatan kompetensi pedagogik dan penguasaan teknologi pendidikan.
– Infrastruktur Pendidikan
Pembangunan dan rehabilitasi sarana sekolah di wilayah terpencil.
-Penghargaan bagi Guru Berprestasi
Program apresiasi untuk memotivasi inovasi dalam pembelajaran.
Konferensi ini ditutup dengan penyepakatan deklarasi bersama antara Pemkab Buton dan PGRI untuk mempercepat transformasi pendidikan lokal. Harapannya, langkah strategis ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menyiapkan SDM unggul menyambut Indonesia Emas 2045.
Laporan: Uci Lestari
Editor: UL








