Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) ke-X Perhimpunan BPR dan BPRS Indonesia (Perbamida) yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari. Kegiatan berskala nasional ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dengan salah satu fokus pembahasan mengenai program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan komitmennya terhadap program KURDA yang dinilai sejalan dengan upaya penguatan usaha mikro dan kecil di daerah. Ia menyebutkan bahwa Pemkot Kendari juga telah memiliki program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku usaha kecil melalui skema penyaluran koperasi.
“Kalau di Kendari sudah ada penyaluran pinjaman modal usaha tanpa bunga untuk pengusaha kecil. Mekanismenya melalui koperasi. Kurang lebih tujuannya sama, hanya skemanya berbeda,” ujar Sudirman usai menghadiri pembukaan Munas ke-X Perbamida, Kamis (11/12/2025).
Ketua DPW Perbamida Sultra, Ahmat, mengungkapkan bahwa penyaluran KURDA di Sulawesi Tenggara direncanakan mulai berjalan pada 2026. Ia mencontohkan beberapa BPR, termasuk BPR Konawe, yang telah siap berpartisipasi dalam penyaluran program tersebut.
“Tahun 2026 beberapa BPR di Sultra, termasuk BPR Konawe, siap menyalurkan KURDA,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Perbamida, Sovia Nurkrisnajati Atmaja, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BPR dan BPRS terus menjalankan berbagai program untuk memperkuat sektor UMKM, salah satunya melalui KURDA. Ia menegaskan bahwa pinjaman berbasis APBD tersebut diberikan tanpa bunga agar semakin mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pinjaman KURDA ini tanpa bunga, bersumber dari APBD. Alhamdulillah, dengan program ini UMKM semakin berkembang dan perekonomian ikut bergerak,” jelasnya.
Pembukaan Munas dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemprov Sultra, La Ode Fasikin, mewakili Gubernur Sultra. Selain membahas perkembangan BPR, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menikmati potensi wisata Sultra. Para peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi lokal, termasuk Pulau Bokori yang menjadi salah satu ikon wisata daerah.
 






