Pemkot Kendari Perkuat Program Strategis 2026, Fokus Tekan Stunting dan Pengangguran

Ketgam : pelaksanaan Rapat koordinasi sinergitas Pembangunan kota Kendari dengan program strategis dan prioritas nasional tahun 2026 di aula Samaturu dipimpin langsung Wali Kota Kendari

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya memperkuat pelaksanaan program strategis nasional yang disinergikan dengan program strategis daerah, dengan penekanan utama pada penanganan stunting dan pengangguran menjelang 2026.

Hal itu disampaikan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, usai rapat koordinasi sinergitas Pembangunan kota Kendari dengan program strategis dan prioritas nasional tahun 2026 di aula Samaturu bersama Wakil Wali Kota, Ketua dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, serta seluruh pimpinan OPD, camat, dan lurah se-Kota Kendari, Rabu, (04/02/2026).

Bacaan Lainnya
 

Siska menyebut, sepanjang 2025 sebagian besar program strategis telah berjalan sesuai mekanisme dan target. Namun, tantangan ke depan menuntut penguatan intervensi yang lebih terarah, khususnya pada kelompok masyarakat berisiko stunting.

“Untuk stunting, saya tekankan seluruh faktor risiko yang ada di Kota Kendari harus kita intervensi. Berdasarkan data Satgas Penanganan Stunting, ada sekitar 12 ribu jiwa yang masuk kategori faktor risiko dan ini menjadi tugas besar seluruh stakeholder agar tidak berkembang menjadi stunting,” tegasnya.

Selain itu, terdapat sekitar 500 jiwa yang telah terdiagnosis stunting dan saat ini sedang dalam tahap penanganan intensif oleh pemerintah daerah.
Terkait isu kemiskinan ekstrem, Siska menegaskan tidak terjadi peningkatan angka. Justru, perhatian pemerintah saat ini lebih tertuju pada persoalan pengangguran yang mengalami kenaikan seiring bertambahnya jumlah penduduk.

“Yang bertambah itu pengangguran, bukan kemiskinan ekstrem. Jumlah penduduk Kota Kendari meningkat dari sekitar 371 ribu jiwa pada 2024 menjadi 377 ribu jiwa pada 2025, sesuai data BPS. Ini yang harus kita antisipasi dengan langkah-langkah khusus,” jelasnya.

Untuk menekan angka kemiskinan, Pemkot Kendari terus mengoptimalkan berbagai program, salah satunya Beda Rumah, yang disinergikan dengan program nasional pembangunan tiga juta rumah. Program ini difokuskan pada penyediaan rumah layak huni, bukan mengganti rumah masyarakat yang sudah ada.

Siska juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembangunan rumah tidak layak huni, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mitigasi dampak perubahan iklim.

“Kalau ada pihak yang ingin berkontribusi melalui CSR, kami sangat terbuka. Ini bentuk perhatian dan kepedulian bersama terhadap masyarakat Kota Kendari,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait