Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari mulai mematangkan langkah sebagai tuan rumah Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI. Mengangkat isu krusial lingkungan, pertemuan yang dijadwalkan pada 2–4 Juni 2026 ini akan menitikberatkan pada strategi pengelolaan sampah berbasis partisipasi publik.
Dalam rapat persiapan yang digelar secara daring pada Senin (13/4/2026), Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menegaskan bahwa kesiapan teknis maupun substantif menjadi prioritas utama. Sebagai Ketua APEKSI Komwil VI, ia melihat pertemuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan momentum krusial bagi 17 kota di wilayah tersebut untuk merumuskan solusi atas tantangan urban yang kian kompleks.
Isu sampah dipilih sebagai tema sentral mengingat dinamika penanganan sampah nasional sepanjang tahun 2025 yang memerlukan evaluasi mendalam. Kota Kendari ingin mendorong pergeseran paradigma: dari sekadar pembuangan akhir menjadi pengelolaan yang terintegrasi sejak dari sumbernya.
“Tema yang akan kita angkat adalah bagaimana mencermati kondisi penanganan sampah, serta mendorong program pengelolaan sampah perkotaan berbasis partisipasi masyarakat,” ujar Siska Karina Imran.
Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci keberhasilan program lingkungan di wilayah perkotaan. Melalui kolaborasi antar-daerah, diharapkan muncul model pengelolaan sampah yang bisa diimplementasikan secara kolektif oleh anggota Komwil VI.
Rapat kerja ini direncanakan menghadirkan berbagai narasumber kompeten untuk memperkaya perspektif para delegasi, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup; terkait regulasi dan kebijakan makro, Akademisi; melibatkan Rektor Universitas Bosowa untuk tinjauan ilmiah dan Praktisi Kepala Daerah; berbagi praktik baik (best practices), termasuk dari Wali Kota Palu.
Siska menambahkan, selain substansi materi, pihaknya juga memastikan aspek kenyamanan para tamu, mulai dari kesiapan penginapan hingga protokol kedatangan delegasi. “Kami terus berkoordinasi dengan Sekretariat Komwil VI guna memastikan seluruh prosedur tetap (protap) dan materi kegiatan tersusun secara matang,” imbuhnya.
Manajer Sekretariat APEKSI Komwil VI, Talib Mustafa, menjelaskan bahwa Raker di Kendari ini merupakan jembatan strategis menuju forum yang lebih besar. Rekomendasi-rekomendasi yang lahir dari Kendari akan menjadi poin usulan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kota Medan.
Selain itu, Raker ini bertujuan menyepakati program kerja kolektif untuk tahun 2027. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi agenda pembangunan nasional.
“Hasil kesepakatan tersebut nantinya akan dibawa ke forum yang lebih luas, menjadi kontribusi nyata bagi program APEKSI secara nasional,” ungkap Talib.
Dengan persiapan yang kian solid, Pemerintah Kota Kendari optimistis pertemuan Juni mendatang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga melahirkan rekomendasi strategis demi terciptanya kota-kota di wilayah timur Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.






