Penuh Makna, Film Pendek Karya Anak Sultra Sabet Juara II Terbaik Nasional di Ajang KFPI

Ketgam : Film pendek berjudul "Doa yang Tersirat" karya Luxfigura Picture yang di Sutradarai oleh Dedeng, S.Pd, menerima secara langsung penghargaan di ajang KFPI

Jakarta, Sultrademo.co – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil mengharumkan nama provinsi Sulawesi Tenggara karena telah berhasil menyabet Juara II terbaik nasional dalam Kompetisi Film Pendek Islam (KFPI) Tahun 2022 yang digelar oleh Kementrian Agama RI.

Malam Penganugerahan tersebut digelar di Grand Mercure Kemayoran yang disaksikan langsung oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas serta didampingi Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin.

Bacaan Lainnya

Film pendek berjudul “Doa yang Tersirat” karya Luxfigura Picture yang di Sutradarai oleh Dedeng, S.Pd, menerima secara langsung penghargaan tersebut serta berhak mendapatkan Piala dan uang tunai senilai 30 juta rupiah.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Zainal Mustamin memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas capaian yang sangat membanggakan tersebut.

Menurutnya, hal tersebut merupakan prestasi yang luar biasa karena bisa membawa Sultra menempati posisi kedua secara nasional.

“Masyarakat Sulawesi Tenggara patut berbangga dan terima kasih atas terpilihnya Sulawesi Tenggara sebagai juara dua nasional dari lebih 1000 perserta dari 34 Provinsi dan akhirnya Sultra menjadi juara II dengan tidak meragukan. Kita beri apresasi yang luar biasa,” ujar Zainal.

Perlu diketahui dalam film ‘Doa yang Tersirat’ tersebut berdurasi 9 menit 33 detik menceritakan seorang pemuda yang berprofesi sebagai tukang ojek online (ojol) bernama Randa yang taat beribadah, bertemu seorang wanita pekerja malam bernama Ica.

Pertemuan itu berawal dari hubungan antara penumpang dan driver. Lambat laun berubah menjadi hubungan persahabatan yang membawa ke arah kebaikan.

Dalam film itu juga secara keseluruhan menggunakan bahasa khas Sulawesi Tenggara. Hal itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton. Karena, selain penuh dengan nasihat, film itu juga sekaligus memperkenalkan kepada penonton bahasa daerah yang ada di wilayah Indonesia.

Laporan : Muh Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Editor: UL

Pos terkait