Kendari, sultrademo.co – Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir baru saja meresmikan program Kartu Tani serta penyerahan bantuan pupuk cair bio konversi di kawasan persawahan Amohalo Kelurahan Baruga pada Kamis (4/2).
Ada hal menarik kala perwakilan petani dipersilahkan untuk berbicara menyampaikan sepatah dua kata dihadapan Walikota dan jajaran Dinas Pertanian Kota Kendari. Pada momen itu salah satu petani di kawasan Amohalo menyampaikan keluhannya terkait kondisi jalan di areal persawahan Amohalo yang kondisinya memprihatinkan.
Ia menyebut kondisi jalan yang rusak menyulitkan para petani dalam beraktivitas. Ia bahkan menyebut sudah bertahun-tahun para petani diberi janji terkait perbaikan jalan, namun hingga kini belum terealisasi.
Menanggapi hal itu, Sulkarnain mengungkapkan bahwa Ia tak ingin berjanji. Yang pasti pihaknya akan mengusahakan perbaikan jalan di kawasan persawahan Amohalo.
“Saya tak ingin berjanji karena para petani pasti sudah capek di janji-janji. Tunggu saja buktinya” kata Sulkarnain yang disambut tepuk tangan hadirin.
Kawasan pertanian Amohalo sendiri memiliki potensi lahan sawah sekita 400 Ha, Potensi lahan sayuran 33 Ha dan potensi lahan buah-buahan 215 Ha. Sedang untuk lahan pertanian pangan lahan kering sekitar 45 ha.
“Insya Allah setahun atau dua tahun mendatang, wilayah ini sudah bisa kita jadikan rekomendasi wilayah penghasil pangan andalan Kota Kendari” ungkap Sulkarnain kepada awak media.
Bahkan Sulkarnain menyebut masih ada potensi lahan sawah 300 Ha lagi jika waduk pengendali banjir dibangun di wilayah ini.
Sedang terkait adanya isu alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman yang meresahkan para petani Amohalo, Wali Kota mengatakan bahwa hal itu tidak benar.
“Kita sudah menetapkan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), yang ini (kawasan pertanian) memang dikhususkan untuk lahan pertanian. Kalau untuk pemukiman dan industri itu sudah kita tetapkan di wilayah yang lain” jelas Sulkarnain.

















