Petani asal Konut Sulap Kotoran Ayam jadi Pupuk Berkualitas

  • Whatsapp

Reporter:Supriyadin Tungga

Konawe Utara,Sultrademo.Co-Kotoran ayam yang selama ini dihindari oleh banyak orang, ternyata di tangan petani Desa Taipa bisa menjadi rupiah menggiurkan.

Bacaan Lainnya

Betapa tidak, dari kotoran ayam yang tidak bernilai dan dianggap menjijikan banyak orang,  bagi Burhan bagian dari pundi-pundi pendapatannya sejak tahun 2018 silam hingga hari ini.

Dari kotoran ayam inilah Burhan yang beralamat di jalan wisata permandian Taipa, Kabupaten Konawe Utara bisa meraup penghasilan hingga puluhan juta rupiah setiap harinya.

Burhan tidak menjual kotoran ayam secara langsung, tapi mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna bagi dunia pertanian, yaitu pupuk organik Bina RA.

Belum lagi pupuk tersebut harus melalui pemeriksaan layak pakai ke laboratorium guna memastikan kadar atau unsur PH.

“Kotoran ayam ini bahan utama pembuata nya, Skam padi,Skam somel,E4 dan Kotoran ayam. Itu konsep pupuk organik saya selama bertahun-tahun. Dan alhamdulillah dari kotoran ayam inilah saya bisa juga memberdayakan warga,”kata Burhan, Rabu(09/06/2021.

Pemilihan kotoran ayam sebagai bahan utama pupuk organik, menurut Burhan dikarenakan unsur hara-nya tinggi dibandingkan dengan kotoran ternak lainnya. Unsur hara yang tinggi membuat proses fermentasi tidak membutuhkan waktu lama. Selain ketersedian kotoran ayam sangat mudah didapatkan dan berlimpah di berbagai peternakan ayam.

Pupuk organik dari kotoran ayam yang diolah oleh Burhan  dibantu oleh 4 orang pekerja yang berasal dari desa Taipa hasilnya telah diakui oleh beberapa pengiat pertanian, termaksud bupati dan wakil bupati Konut, Kapolres Konut, Dinas k Ketahanan Pangan, semunya telah menjadi langganan.

Artinya, pupuk organik kotoran ayam yang diproduksi oleh Burhan dan warga setempat tergolong berkualitas baik, karena telah lulus dari prasyarat ketat pabrik yang membelinya dan telah mendapatkan surat izin produksi dari Dinas Perizinan Konawe Utara

“Dari awal produksi kita sudah dapat izin produksi dari dinas perizinan,selain itu juga sudah berungkali dimanfaatkan oleh penggiat perrtanian mulai dari rentetan pemerintahan hingga masyarakat,”ujar Burhan.

Dia menambahkan dalam sehari dia bersama kariawannya bisa memproduksi pupuk organik sebanyak 50 ton yang dikirimnya ke rekanan.

Omset sekali kirim ke klayen sebanyak 10-20 ton tergantung permintaan pasar. Bisa sampai 7-15 Juta. Harga jual per kilogram (Kg) pupuk organik kotoran ayam ini adalah Rp 1000.00.

Selain mendapatkan penghasilan yang cukup menggiurkan, Burhan juga telah sukses mengaplikasikan ilmu studi bandingnya di Jakarta. saat itu masih menjabat kepala pemerintahan di bumi oheo yang juga mampu memperdayakan masyarakat secara langsung dengan merangkul warga sekitar.

“Alhamdulillah ilmu tersebut sangat bermanfaat yang juga Tujuannya memang ke sana. Kita bersama-sama berdiri dan maju dengan konsep saling membantu,”pungkas inovator hidroganik tumbuhan asal Taipa ini.

  • Whatsapp

Pos terkait