Kendari, Sultrademo.co – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kendari Sanctus Stanislaus Kostka menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke-XXIX pada 6 s.d 8 Maret 2026 di Margasiswa PMKRI Cabang Kendari. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Kader Militan untuk Gereja dan Tanah Air.”
MPAB menjadi pintu awal bagi mahasiswa Katolik di Kendari untuk bergabung dan berproses dalam organisasi PMKRI yang menekankan tiga benang merah pembinaan, yakni fraternitas, kristianitas, dan intelektualitas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pastor Moderator PMKRI Cabang Kendari, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Provinsi Sulawesi Tenggara, para alumni, serta senior PMKRI. Rangkaian kegiatan diawali dengan misa pembukaan yang dipimpin Pastor Moderator PMKRI Cabang Kendari, kemudian dilanjutkan dengan sidang pembukaan dan penyampaian berbagai materi pembinaan kepada peserta.
Ketua PMKRI Cabang Kendari, Selestianus Revliandi, mengatakan MPAB tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga bagian dari upaya membentuk kader yang siap menghadapi tantangan zaman.
“MPAB ke-XXIX ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan upaya konkret untuk menjawab tantangan zaman. Kami ingin melahirkan kader yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mentalitas militan dalam pengabdian kepada sesama sesuai semboyan kita, Pro Ecclesia et Patria,” kata Selestianus dalam sambutannya.
Pastor Moderator PMKRI Cabang Kendari, RD Leonardo Kelvin Tandiayu, turut menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan berorganisasi.
“Saya berharap para calon anggota baru dapat mendalami nilai-nilai Kristiani sebagai fondasi dalam berorganisasi. Jadilah garam dan terang di lingkungan kampus dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap melalui proses pembinaan di PMKRI, semangat Religio Omnium Scientiarum Anima—agama sebagai jiwa dari seluruh ilmu pengetahuan dapat benar-benar terwujud dalam kehidupan para kader.
Sementara itu, Pembimas Katolik Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamra Andreas, menyampaikan dukungan pemerintah terhadap kegiatan pembinaan mahasiswa seperti MPAB.
“Pemerintah, khususnya Bimas Katolik Sultra, sangat mendukung kegiatan pembinaan kepemudaan seperti ini. Mahasiswa adalah aset bangsa. Melalui MPAB, kita berharap muncul pemimpin-pemimpin masa depan dari kalangan Katolik yang mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari kalangan alumni. Perwakilan alumni PMKRI Kendari, Patrick Pasassung, mengatakan proses kaderisasi seperti MPAB penting untuk membentuk karakter dan integritas mahasiswa.
“Sebagai alumni, kami bangga melihat semangat adik-adik yang terus menjaga nyala api perhimpunan. Dunia kerja dan kemasyarakatan saat ini membutuhkan orang-orang yang berintegritas dan memiliki daya tahan tinggi. MPAB adalah tempat terbaik untuk mulai membentuk karakter tersebut,” katanya.
PMKRI Cabang Kendari Sanctus Stanislaus Kostka merupakan organisasi mahasiswa Katolik yang berasaskan Pancasila, berjiwa kekatolikan, dan bersifat kemahasiswaan. Melalui berbagai jenjang pendidikan formal organisasi, PMKRI berkomitmen melahirkan kader-kader yang siap mengabdi bagi gereja dan bangsa.








