Kendari, Sultrademo.co – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), membeberkan beberapa penyebab maraknya peredaran narkotika yang terjadi di daerah Sultra, Senin (6/9).
Dir Res Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Eka Faturahman mengatakan, terdapat beberapa indikator penyebab maraknya peredaran narkoba di wilayah Sultra, khususnya Kota Kendari.
Menurut Kombes Pol Eka, salah satu penyebab maraknya peredaran Narkotika di Kota Kendari adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi provinsi Sultra, yang mana Kota Kendari merupakan pusat ibu kota provinsi, sehingga menjadi sasaran para pengedar.
Selain itu, terbukanya sektor pertambangan di Sultra juga menjadi salah satu penyebab pesatnya peredaraan Narkotika di Sultra, khususnya Kota Kendari.
“Beberapa faktor menurut dari analisa kami bahwa salah satunya yaitu pertumubuhan ekonomi di Sultra mulai meningkat. Kedua, dari sektor pertambangan,” ungkap kombes Pol Eka kepada beberapa awak media.
Kombes Pol Eka juga menambahkan, siklus perputaran ekonomi yang sangat pesat di Kota Kendari juga memudahkan pengedar barang haram tersebut melakukan penjualan.
“Peredaran uang di Kota Kendari saat ini sangat cepat, sehingga ini yang mungkin menjadi salah satu indikator bahwa Kota Kendari selalu menjadi target peredaran narkoba,” pungkas Kombes Pol Eka.
Bahkan, pihaknya mengakui pernah melakukan pengungkapan Narkotika jenis Sabu bersama Polres Konawe. Barang haram tersebut diduga hendak di edarkan di daerah pertambangan yang berpusat di Kabupaten Konawe.
“Untuk peredaran gelap ke daerah pertambangan memang pernah kita ungkap waktu lalu bersama Polres Konawe. Namun yang berkaitan langsung dengan narkoba untuk tambang itu belum ada. Semua didominasi peredarannya untuk para pengguna yang ada di Kota Kendari,” tukasnya.
 






