Polda Sultra Ajak Elemen Pemerintah dan Masyarakat Perangi Narkotika

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional ( BNN) Sulawesi Tenggara ( Sultra) kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang terjadi di Sultra cukup memprihatinkan.

Kabag Bin Opsnal Ditresnarkoba Polda Sultra Kompol Abd. Rahman Sattuang mengatakan peran Polri dan Polda Sultra dalam penegakan Hukum terhadap Penyalahgunaan narkotika sangat penting.

Bacaan Lainnya

“Jaringan Narkotika pada tahun 2018 yang berupa barang bukti Shabu seberat 3 KG 525,911 Gram, Ganja 810 Gram, Tembakau Gorila 1,59 Gram dengan jumlah tersangka 37 orang dan di vonis 6 tahun s/d 18 tahun sedangkan Tahun 2019 Januari s/d Oktober barang bukti Shabu 11 Kg 79,49 Gram, Ganja 16 Gram Jumlah tersangka 32 orang dan di vonis 8 tahun s/d 20 Tahun penjara,”ungkapnya kala memberikan materi dalam Dialog Memberantas Narkoba yang diselenggarakan Sultra Demo dan KAI Sultra di Garden Eatery Kendari.

Atas tingginya kasus Narkotika tersebut Ia mengimbau seluruh elemen pemerintah dibantu masyarakat, terlibat dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di mulai dari lingkungan keluarga karena narkotika adalah musuh bersama.

“Mengingatkan kita tragedi tanggal 11 September 2017 di kendari yang di gemparkan dengan adanya kejadian luar biasa, yang mengakibatkan 76 orang korban yang harus di rawat di rumah sakit bahkan sampai ada dua orang yang meninggal dunia akibat penyalahgunaan Paracetamol Cafein dan Caripsoprodol (PCC),” ujarnya

Berdasarkan Permenkes No 7 Tahun 2018 mengenai perubahan Golongan Narkotika, dimana obat terlarang jenis Zenith atau Pil PCC sudah di kategorikan sebagai narkotika.

“Dengan aturan tersebut pengedar Pil PCC memliki sanksi hukum yang sama dengan pengedar narkotika, ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” Jelasnya

“Sehingga kepada masyarakat agar bisa mengetahui dan bijak dalam menggunakan obat, membeli obat tersebut hanya pada apotek resmi dan sebaiknya menggunakan Resep dokter agar menghindari dari panyalahgunaan narkotika,”harapnya. (Ilfa)

Pos terkait