Kendari, sultrademo.co – Dirintelkam Polda Sultra, Kombespol Andhika Vishnu, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah radikalisme dan terorisme di Era Digital pada Pemilu 2024.
“Sebagimana kita ketahui bahwa saat ini tahapan dan proses pemilu tahun 2024 sudah bergulir. Dan Polri beserta seluruh stakeholder terkait berkewajiban menjamin penyelenggaraan pemilu 2024 berlangsung dengan aman, damai, lancer dan kondusif,” ujarnya disalah satu Hotel, di Kendari, Kamis (13/7/2023).
Pada Oktober 2023 nanti, kata Andhika sudah memasuki puncak kegiatan pemilu. Dan dalam penyelenggaraan pemilu terbagi atas 2 yaitu gelombang pertama Pilpres dan pemilihan legislative dan kedua Pilkada yang dilaksanakan serentak dalam satu tahun.
“Dua agenda ini memiliki berbagai potensi kerawanan, yang salah satunya adalah potensi ancaman terkait radikalisme dan terorisme yang sangat mungkin muncul dengan memanfaatkan berbagai platform digital. Yang kita ketahui pada era digital saat ini sangat terbuka dan tidak terbatas. Dan kami mengajak seluruh komponen untuk tetap menjaga kondusifitas situasi Kamtibmas di wilayah Provinsi Sultra,” paparnya.
Sementara itu, Agen Intelijen TK II Baintelkam Polri, Kombespol Juni Mawanto, mengungkapkan dalam pelaksanaan Pemilu 2024 kelompok radikalisme memanfaatkan media online sebagai sarana untuk menyebarkan paham radikalisme serta propaganda-propaganda.
“Sehingga diperlukan deteksi dini dari semua komponen melalui media sosial. Ada atensi dari Presiden dan Kapolri agar tidak adanya polarisasi akibat permainan politik identitas pada pemilu 2024,” tuturnya.
Menurutnya ada tiga potensi kerawanan yang akan terjadi pada Pemilu 2024, diantaranya pertama, semakin rusaknya demokrasi Indonesia, kedua, masyarakat terbagi kelompok sesuai dengan jumlah Capres dan ketiga, mulai muncul sikap intoleransi antar kelompok.
“Dalam radikalisme dan terorisme melalui media sosial, merupakan ancaman nyata dalam pelaksanaan pemilu 2024,” tandasnya.
Laporan: Muh Sulhijah
 






