PT WIL dan PT BPS Bakal Dilapor ke Kejagung RI Hingga KPK Terkait Dugaan Illegal Mining

  • Whatsapp
Ketgam : Tanda terima surat laporan pengaduan Wanara Sultra kepada kepala Kejati Sultra (5/7)

Kendari, Sultrademo.co – PT. Wajah Inti Lestari (WIL) dan PT. Babarina Putra Sulung (BPS) kembali mendapat sorotan dari Wanara Nusantara Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebelumnya dua perusahaan tambang ini telah dilaporkan terkait dugaan ilegal mining oleh Wanara Sultra, di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sultra pada (5/7) lalu.

Bacaan Lainnya

Ketua Wanara Sultra, Ripaldi Rusdi mengatakan, pihaknya akan kembali melaporkan perusahan milik anak dan bapak ini ke pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI), Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakum KLHK), Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami telah masukan laporan pengaduan secara resmi. Jika nantinya laporan kami tidak ditindak lanjuti oleh Kejati Sultra, maka kami akan teruskan laporan ke gedung bundar Kejagung RI, ke Gakum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Mabes Polri dan kalau perlu kita laporkan ke KPK,” ungkap Ripaldi melalui rilis persnya, Senin (12/7).

Aktivis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) ini menilai, meskipun saat ini telah memiliki izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), kedua perusahan tersebut sebelumnya diduga pernah melakukan perambahan kawasan hutan tanpa IPPKH.

“Perusahaan tersebut pernah melakukan perambahaan kawasan hutan tanpa IPPKH dan kami punya bukti yang kuat,” jelas Ripaldi.

Ketua KNPI kolaka Utara ini juga menjelaskan, salah satu bukti dalam laporan pengaduannya adalah beberapa instansi pernah menerangkan bahwa kedua perusahaan ini pernah melakukan perambahan kawasan hutan tanpa IPPKH sehingga aktivitas PT. BPS pernah diberhentikan sementara.

“Dari beberapa pelanggaran hukum yang kami laporkan kami memiliki dasar yang kuat,” imbuhnya.

“Tentunya kami akan pertanggung jawabkan. Jika supremasi hukum objektif dalam menilai persoalan ini maka yakin dan percaya kedua perusahaan tersebut bakal diproses hukum” pungkasnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak PT WIL dan PT. BPS terkait laporan Wanara Sultra. Pesan singkat dan telepon yang dilayangkan jurnalis sultrademo tak mendapat respon dari kedua perusahaan tersebut.

Penulis : Luthfi Badiul Oktaviya
Editor : MA

 

Pos terkait