Kendari, Sultrademo.co – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memimpin kegiatan panen raya sekaligus penyerahan bantuan sarana pertanian kepada petani di Kelurahan Amohalo, Kota Kendari, Sabtu (16/5/2026).
Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian yang sempat lumpuh akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Kodim 1417, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Ketua DPRD Kota Kendari, Wakil Wali Kota Kendari, Sekda Kota Kendari, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pemulihan ekonomi petani.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa bantuan yang diserahkan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari serta dukungan Kementerian Pertanian. Bantuan ini diprioritaskan bagi kelompok tani yang lahannya terdampak banjir, sebagai upaya untuk membantu mereka bangkit kembali dan menjaga ketahanan pangan daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa memanen sekitar 5,5 ton gabah di lahan yang terdampak namun airnya sudah surut. Kami berharap lahan-lahan lain yang masih tergenang air segera pulih dan bisa mengikuti keberhasilan panen hari ini. Semoga hasil panen ke depan semakin melimpah dan bantuan ini benar-benar bermanfaat besar bagi kesejahteraan para petani,” ujar Siska.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, merinci bantuan yang diserahkan pada kegiatan hari ini berupa 50 karung pupuk (masing-masing 50 kilogram) jenis NPK dan Urea. Pengadaan bantuan ini menelan anggaran sekitar Rp50 juta dengan estimasi harga satuan mencapai Rp800 ribu per sak, yang seluruhnya bersumber dari APBD Kota Kendari.
Imran juga menjelaskan bahwa dukungan tidak berhenti sampai di sini. Dalam waktu dekat, Kementerian Pertanian akan menyalurkan bantuan tambahan berupa benih padi sebanyak 235 ton. Pasokan benih ini disiapkan khusus untuk kebutuhan musim tanam kedua tahun 2026, mencakup kebutuhan reguler maupun pengganti tanaman di lahan yang rusak akibat banjir.
“Selain benih, pasokan pupuk tambahan dari pusat juga dijadwalkan tiba guna menjamin ketersediaan sarana produksi pertanian, ” tambahnya.
Berdasarkan data yang tercatat, total luasan lahan pertanian yang terpantau di wilayah tersebut mencapai 355 hektar. Dari jumlah itu, sekitar 75 hektar dinyatakan mengalami kerusakan parah atau puso akibat terendam air cukup lama.
Sementara itu, potensi rata-rata hasil panen di lahan yang masih produktif mencapai 5,5 ton per hektar.














