Kendari, Sultrademo.co — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong perusahaan tambang yang telah mengantongi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk segera memulai operasional.
Hal ini dinilai penting untuk menggerakkan perekonomian daerah, terutama menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Ketua Umum PW GP Ansor Sultra Saninuh Kasim menekankan, bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat berdampak pada perlambatan ekonomi dan daya beli masyarakat.
Belum optimalnya program-program pemerintah turut mempengaruhi perputaran uang di daerah. Oleh karena itu, sektor strategis seperti pertambangan perlu didorong agar ekonomi tetap bergerak.
“Saat ini kebutuhan masyarakat meningkat, sementara perputaran uang masih terbatas. Salah satu sektor yang dapat diandalkan adalah pertambangan. Kami mendorong perusahaan yang telah memiliki RKAB untuk segera beroperasi. Jika ada kendala, pemerintah daerah juga harus terlibat membantu karena dampak ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Selain percepatan operasional, Saninuh juga menekankan pentingnya penerapan kaidah lingkungan dalam aktivitas pertambangan.
Perusahaan diminta untuk mematuhi standar lingkungan secara ketat serta memberdayakan masyarakat sekitar, termasuk melibatkan pengusaha lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri pertambangan.
“Keberlanjutan lingkungan harus menjadi perhatian utama. Perusahaan harus memastikan aktivitasnya tidak merusak ekosistem serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” paparnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat bersinergi dengan perusahaan tambang untuk memastikan operasional berjalan sesuai regulasi serta memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.










