Andoolo, SULTRADEMO.co– Reses masa sidang I Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konsel kembali dijalani.
Reses pertama untuk tahun 2021 itu digelar secara berkelompok. Semisal di Dapil II Konsel yang meliputi 8 kecamatan. Dari 10 keterwakilan, dibagi menjadi dua kelompok.
Ramlan sendiri yang merupakan ketua Fraksi Partai Demokrat turut menyerap dan menjaring aspirasi pada empat kecamatan, yakni Basala, Benua, Angata dan Mowila.
Diuraikan mantan jurnalis senior itu, khusus di Kecamatan Benua, beberapa desa mengusulkan pembangunan inprastruktur jalan, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jalan Usaha Tani (JUT), pembangunan IGD Puskesmas Benua serta pengadaan mobil Ambulance.
Sementara di Kecamatan Basala, lanjut ayah satu anak ini, banyak masyarakat mengelukan susahnya mendapat pupuk bersubsidi. Keluhan lain adalah normalisasi sungai Aporo yang saat musim hujan kerap meluap dan membanjiri pemukiman tiga desa seperti Lipumasagena, Desa Polo Pololi dan Desa Basala. Ditambah usulan sama di kecamatan lain.
“Semua aspirasi akan diinventarisir mana paling skala prioritas untuk kemudian kami usulkan dan mengawal mulai dari tingkat musrembang kabupaten hingga masuk dalam RKPD 2022,” ujarnya.
Sebenarnya, tambah Ramlan, setiap aspirasi masyarakat pasti penting dan prioritas, hanya saja, bukan hanya satu desa maupun kecamatan di Konsel yang mengusulkan. Terdapat ratusan desa dari 25 Kecamatan di Konsel yang juga mengajukan permintaan, sementara, lanjut dia, anggaran di Konsel sangat minim untuk mengakomodir keseluruhan permintaan.
“Itulah kenapa harus dipila pilih yang paling prioritas, kita berharap masyarakat bisa memaklumi itu, kita akan terus carikan jalan, kawal satu persatu permintaan hingga terwujud, itu komitmen kami. Sekarang ini lagi Covid, anggaran juga banyak diarahkan untuk penanganan Covid,” tandas pria kelahiran Kecamatan Angata itu.
 






