Sambangi BPTD Wilayah XVIII, DPW ILFA Sultra Gelar Pemasangan APC di Terminal Puuwatu

Kendari, Sultrademo.co – Balai  Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima kunjungan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)/Indonesian Logistics dan Forwarders Association (ILFA) Sultra yang merupakan wadah pelaku perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) yang sebelumnya bernama EMKL, Selasa, (28/7/2020).

Kepala Balai BPTD XVIII wilayah Sultra, Benny Nurdin Yusuf menjelaskan,  dalam pertemuan tersebut,  pihsknknya membahas Peraturaan Menteri (PM) No 14 tahun 2007 tentang penyelengaraan angkutan peti kemas di jalan dan PM 60 tahun 2019 tentang penyelenggaraan angkutan barang jalan.

Dikesempatan tersebut, kedua pihak  melakukan pemasangan APC  di angkutan barang (triler ) dengan menggunakan stiker APC dengan bermacam warna sesu ai juknis Kementerian perhubungan

tengah post

“Stiker APC adalah alat pemantul cahaya yang memiliki tingkat Retro revlestif yang sudah di atur dalam Surat Keputusan (SK) Direktorat Jenderal (Dirjen) perhubungan,”ujarnya.

tengah post 2

Ia juga mejelaskan arti dari Stiker APC yakni Stiker warna putih, disamping kendaraan warna merah dibelakang kendaraan dan sedangkan untuk head itu, sebenarnya boleh distiker boleh tidak sebab sudah ada lampu depannya.

“DPW ALFI/ILFA Sultra juga berjanji membantu mensosialisasikan aturan itu. Hal tersebut untuk mewujudkan Sultra sebagai percontohan zona aman transportasi,”tuturnya.

Benny mengatakan, pihaknya berharap kedepan wilayah Sultra menjadi percontohan 100 persen angkutan peti kemas yang memenuhi syarat.   ALFI/ILFA Sultra juga akan menjembatani  pengurusan izin untuk setiap head trailer, yang setiap armada harus memiliki ijin penyelenggaraan angkutan barang khusus, yang dimana barang khusus terbagi menjadi 2 (dua) yakni, barang berbahaya dan barang tidak berbahaya.

Barang khusus, lanjutnya, wajib memiliki izin. seperti Barang Beracun dan Berbahaya (B3) dan mudah meledak. Sementara barang khusus yang tidak berbahaya antara lain adalah angkutan barang peti kemas angkutan alat berat, hewan, tumbuhan, serta barang curah khusus seperti biji logam di antaranya biji nikel.

“Semua itu wajib memiliki izin penyelenggaraan angkutan barang khusus,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPW ALFI/ILFA Sultra, Drs. H. Abraham Untung berharap diacara diskusi bersama dinas BPTD wilayah XVIII Sultra tersebut agar kiranya antara Pemerintah dan Pelaku usaha dibidang Jasa Pengurusan Transportasi atau JPT untuk memajukan Sultra dalam pengelolaan transportasi angkutan barang.

“Kenapa demikian karena ada beberapa urgensitas perlunya APC  misalnya karena saat ini tingginya angka kecelakaan tabrak belakang atau tabrak samping kendaraan, biasa hal itu dikarenakan akibat pengemudi tidak melihat adanya kendaraan didepan, keadaan lingkungan yang gelap,”tutupnya

Sebagai informasi,  kedatangan asosiasi yang di Ketuai Drs. H. Abraham Untung, Wakil Ketua, Yanti Eko Sulistiyani, Sekretaris, Abd Rahim Nabok, Kompartemen bidang organisasi, Hasniati, bersama 3 (tiga) kepengurusan anggota ALFI/ILFA yang mewakili yakni,  Rudi dari PT Bone Trans Berjaya (BTB), Wahyudi J.P dari PT Wahyu Utama Express (WUE) dan Yusri dari PT Mitra Intertrans Forwarding (MIF) guna melakukan diskusi dan menindaklanjuti penggunaan Alat Pemantul Cahaya (APC) yang berulangkali disosialisasikan.

Laporan : Ilfa

 

Berlangganan Berita Terbaru Sultrademo.co!

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.