Konawe, Sultrademo co – Peran serta masyarakat masih menjadi kendala utama dalam upaya penanganan sampah di Kabupaten Konawe. Masyarakat belum tergerak untuk ikut berperan langsung. Bahkan, untuk membuang sampah pada tempatnya juga masih sangat minim kesadaran.
Hal itu disindir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand
Sapan usai melaunching Bank Sampah Induk. Dia menjelaskan bank sampah merupakan tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah dan dipilih. Pemilahan sampah dilakukan berdasarkan jenisnya yaitu sampah organik meliputi sampah sisa-sisa makanan, daun dan lain-lain sedangkan sampah anorganik meliputi logam, plastik, kaleng, kaca dan lain-lain.
Menurut Ferdy sapaan akrab Sekda Konawe, launching ini diharapkan dapat memberikan stimulan penyadaran kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungannya sendiri. Karena lanjut dia, persoalan sampah saat ini sudah menjadi problem di masing-masing wilayah rukun warga. Sehingga setiap wilayah desa dan kelurahan perlu segera melakukan penanganan sampah dengan efektif dan berwawasan lingkungan.
“Kita meresmikan pengoperasian bank sampah induk yang ada di Unaaha. Tujuannya adalah bagaimana permasalahan sampah di Konawe dapat teratasi. Dan yang terpenting kita bisa mengajak warga kita dan aparat yang sekitar untuk membudayakan agar bagaimana bisa memanfaatkan sampah tersebut,” ungkapnya.
Kata dia, sampah bukan lagi jadi masalah tetapi sebaliknya menjadi berkah karena akhirnya bisa menjadi nilai ekonomi. Saat ini Bank Sampah sudah dibuka di beberapa tempat, diantaranya, sekitaran perkantoran Pemda, Pondindaha, kemudian di Morosi, Wonggeduku, Sampara, Wonggeduku Barat, dan Abeli Sawa.
“Bahkan kita berharap di tiap kecamatan itu harus ada perwakilan untuk pengelolaan bank sampah ini. Kita ingin kembangkan budayanya. Bagaimana agar sampah rumah tangga dapat teratasi. Terkadang sampah yang ada di perkotaan itu harus di antisipasi,” ucapnya.
.Sementara itu, Kadis DLH Konawe Ilham Jaya menyebut produksi sampah dalam kurun waktu setahun itu sangat besar. DLH Konawe dapat mengumpulkan semua sampah rumah tangga sebanyak 40 ribu ton.
Dalam peraturan Presiden nomor 97 tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional, pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya merupakan terobosan dalam pengelolaan sampah yang melibatkan semua pemangku kepentingan untuk melakukan pengelolaan sampah yang terintegrasi dari sumbernya sampai ke pemprosesan akhir.
Untuk diketahui, Kegiatan launching Bank Sampah induk yang bertempat di Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha ini dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ilham Jaya, Camat Unaaha Widia Sastrawati, serta jajaran lurah se Kecamatan Unaaha.
Laporan : Jumardin
 






