Kendari, Sultrademo.co – Sekjen Asosiasi Pengusaha Tambang Sulawesi Tenggara (Sultra) Sastra Alamsyah mendukung terbentuknya Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI) beberapa waktu lalu.
MPI hadir untuk mengawal kebijakan pemerintah dan bermitra dalam pengelolaan pertambangan nasional bagi kesejahteraan masyarakat sesuai Visi Indonesia maju.
“Saya mendukung terbentuknya MPI, karena sangat berpihak pada kepentingan masyarakat,”ujar Sastra via telepon Senin (1/12/2020).
Terkait banyaknya aksi penolakan UU Ciptaker, Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Ia mengajak masyarakat untuk tidak termakan dengan isu- isu hoax pada isi dari UU Ciptaker.
“Kita harus mencermati dan teliti membaca isi dan jangan percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Tentu semua itu sangat penting agar kita tidak termakan dengan isu-isu hoax tentang isi dari UU Ciptaker,” ujarnya.
Ia mengatakan, tugas Pemerintah adalah mensosialisasikan UU Cipta Kerja.
Dengan dibentuknya organisasi MPI, Ia berharap MPI dapat memberikan kontribusi pikiran guna memperkaya Peraturan Pemerintah tentang UU Ciptaker khususnya di Sektor Pertambangan.
“UU Cipta Kerja akan mendorong tumbuhnya investasi yang masuk ke Indonesia sehingga akan lebih banyak lapangan kerja. Kebutuhan lapangan kerja di Indonesia terus meningkat,” ujarnya.
Ia juga berharap MPI dapat melindungi tenaga kerja dan kebutuhan lapangan kerja di Indonesia terus meningkat.
“Apalagi saat ini banyak yang menjadi korban PHK karena krisis ekonomi akibat Covid-19. Tentu yang kita harapkan tenaga kerja lokal dapat di lindungi,”pungkasnya.
Laporan : Ilfa
Editor : MA










