Kendari, Sultrademo.co — Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Abeli Dalam berjalan sesuai aturan dan ditargetkan rampung paling lambat Juli 2026.
Proyek bernilai sekitar Rp 200 miliar itu dinilai menjadi peluang besar untuk menekan kemiskinan, pengangguran, dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Kendari.
Siska mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga tidak mampu, tetapi juga memberdayakan orang tua melalui berbagai aktivitas, kegiatan, dan fasilitas yang disiapkan pemerintah. Karena itu, ia meminta seluruh camat dan lurah segera melakukan pendataan warga tidak mampu dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial.
“Mulai sekarang lurah dan camat sudah harus mendata. Berapa warga kita yang tidak mampu, berapa anak-anak yang mau disekolahkan di Sekolah Rakyat,” kata Siska, Rabu, (04/02/2026).
Ia menegaskan, Kendari patut bersyukur karena menjadi salah satu daerah penerima pembangunan Sekolah Rakyat tahap pertama di wilayah timur Indonesia. Dari hanya empat daerah yang lolos, Sulawesi Tenggara mendapatkan dua, yakni Kota Kendari dan Kabupaten Buton Tengah.
Menurut Siska, perjuangan menghadirkan Sekolah Rakyat di Kendari tidak mudah. Ia mengaku melakukan lobi langsung ke Menteri Sosial dan Wakil Menteri Sosial, bahkan tanpa membawa data lengkap di tahap awal, untuk meyakinkan bahwa Kendari siap.
“Waktu itu kita baru punya lahan sekitar 6–8 hektare, masih berupa gunung, belum ada apa-apa. Syaratnya berat, sertifikat, pematangan lahan. Kita hampir dikeluarkan dari daftar, tapi kita lobi terus sampai akhirnya jadi,” ujarnya.
Selain bangunan sekolah, pemerintah kota juga telah membuka akses jalan dari Budi Utomo menuju Abeli Dalam dan merencanakan pembukaan kawasan perkotaan baru di sekitar lokasi. Siska menilai kehadiran Sekolah Rakyat akan mendorong pertumbuhan wilayah dan meningkatkan potensi Kota Kendari sebagai kota layak huni.
Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk tidak bekerja setengah-setengah dan hanya menunggu perintah pimpinan. Menurutnya, keberhasilan program ini menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari wali kota, DPRD, kepala dinas, camat, lurah, hingga kepala bagian.
“Kalau kita acuh, potensi ini hilang. Jangan hanya beberapa dinas yang aktif sampai malam. Kalau tidak kompak, kita tidak akan maju,” tegasnya.
Siska juga menyoroti masih adanya anak-anak Kendari yang beraktivitas di lampu merah dan pinggir jalan. Ia berharap, dengan pendataan yang baik dan kehadiran Sekolah Rakyat, tidak ada lagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang terabaikan hak pendidikannya.








