Sistem Pengelolaan Pajak Kota Kendari Dibilang Kampungan, Ini Tanggapan Sekda

Kendari, Sultrademo.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Nahwa Umar membantah pernyataan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari yang menyebutkan, bahwa sistem pengelolaan pajak maupun retribusi Kota Kendari masih kampungan.

Menurut Nahwa, pernyataan anggota dewan tersebut sangat keterlaluan. Pasalnya, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya dan memaksimalkan sistem pengelolaan secara online, dengan berbagai inovasi aplikasi yang bisa memudahkan masyarakat. Namun untuk langsung bagus tidak semudah membalikan telapak tangan.

Bacaan Lainnya
 
 
 

“Kami ingin sampikan, sejak saya masuk 2013, sistem online sudah kami gagas dan sudah digerakan, utamanya pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) termasuk Pendapatan Daerah (PAD) lainya,” beber Nahwa saat menggelar press conferece di ruang rapat Sekda Kota Kendari, Jumat (19/02/21).

Mantan Kadis Bapenda Kendari ini menjelaskan, terkait masih adanya beberapa warga Kendari yang melakukan pembayaran pajak secara manual, dikarenakan tidak semua warga Kendari bisa mengunakan aplikasi yang ada. Misalnya masyarakat pinggiran kota dan orang tua yang tidak memegang smartphone, itu jelas akan mengunakan manual.

“Nah makanya saat ini, kami sedang maksimalkan apa yang sudah digagas kemarin soal penerapan “Link Aja”. Aplikasi itulah nanti yang akan kita optimalkan bagi mereka yang masih membayar manual, baik itu retribusi parkir, maupun retribusi pajak lainya,” jelas Nahwa.

“Perlu diketahui juga, parkir yang dikelola Pemkot sejak 2014 itu sudah sistem online, seperti Mall Mandonga, RS, dan Pasar Baruga. Tapi untuk toko milik pihak ketiga, yaitu swasta dan masyarakat, itu pembayaranya manual melalui pajak parkir,” tambahnya.

Sementara, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari Sri Yusnita juga ikut sedih dengan pernyataan anggota dewan, yang secara tidak langsung telah menyakiti hati teman-teman Bapenda, padahal kata Sri, pihaknya terus berupaya berbenah ke arah yang lebih baik.

“Pengelolaan pendapatan itu ada dua, dari sisi infrastruktur dan dari sisi SDM. Sisi infrastrukrur juga ada 2 jenis, yaitu pengelolaan database dan penyediaan kanal pembayaran yang juga sudah tersistem. Nah kalau database kita tersistem, berarti sistem kita bukan manual lagi tapi sudah online secara keseluruhan,” tutup Sri Yusnita.

Laporan : Hani

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait