Soal Isu Pemindahan Pedagang Ke Pasar Rakyat, Kadis Perindag Buteng : Itu Hoaks

BUTON TENGAH, SULTRADEMO.CO – Beredar kabar di kalangan pedagang Pasar Swadaya Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah (Buteng) bahwa dalam waktu dekat ini akan ada pergeseran atau pemindahan penjual sayur ke Pasar Sentral yang baru di bangun oleh Pemda Buteng.

Namun Kadis Perindag Buteng Usman Mbolosi menepis soal kabar itu. “Itu hoaks, jangan dipercaya” tegas Usman saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pedagang Pasar Swadaya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Peduli Pedagang Pasar Mawasangka (FKP3M).

Bacaan Lainnya

“Rapat kali ini tidak ada hubungannya dengan pemindahan pasar, ini dulu yang saya harus jelaskan,” tambah Usman.

Menurutnya, kalimat atau perkataan “pemindahan” pasar sangat tidak tepat seperti kabar yang beredar dimasyarakat saat ini. Sebab, maksud dan tujuan turunnya dinas Perindag bersama unsur muspika dan beberapa anggota Satpol PP beberapa waktu lalu hanya sebatas penertiban para pedagang saja, selebihnya tidak ada maksud yang lain.

“Tidak ada maksud untuk mau dipindahkan pasar di Kelurahan Watolo. Mau dipindahkan kemana,? Jadi, kegiatan yang kami laksanakan pada tanggal 7 yang lalu untuk menertibkan para pedagang pasar saja yakni penjual sayur, itu saja,” katanya.

Masih kata Usman, upaya penertiban pedagang pasar dilakukan sebagai respon dari keluhan masyarakat yang mengatakan bahwa kondisi Pasar Swadaya Kelurahan Watolo sudah tidak nyaman lagi saat dilalui pembeli.

“Atas dasar itulah kami bersama unsur muspika Kecamatan Mawasangka Buteng dan dibantu beberapa anggota Satpol PP melakukan penertiban saat itu. Jadi bukan pemindahan. Tidak ada satu agenda pun untuk pemindahan pasar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sudah hampir beberapa kali pihak Perindag bersama muspika mengadakan sosialisasi dengan bertemu langsung dengan para pelaku pasar dengan harapan agar mereka dengan suka rela tanpa paksaan untuk mau mengisi beberapa tempat yang berada di Pasar Rakyat, mengingat Pasar Swadaya tidak memungkinkan lagi dipakai para penjual sayur maupun buah.

“Ini solusi yang kami tawarkan. Tadinya pasar rakyat itu kosong, sekarang sudah terisi. Dan yang kami sampaikan itu dengan cara yang humanis, santun yang tidak membuat ketersinggungan. Walaupun ada keluhan yang tidak bisa dihindari bahwa katanya mereka tidak terlalu laku seperti ditempat semula,” terangnya.

“Tapi kami sampaikan bahwa sayur ikan itu merupakan kebutuhan dasar atau kebutuhan pokok masyarakat dan pasti orang akan mencarinya,” sambungnya.

Namun Ia menyayangkan setelah sempat bersosialisasi dan bertemu para pedagang, didapati ada surat hoaks yang isinya mengatakan bahwa bakal terjadi penggusuran/pindah tempat/relokasi pada sejumlah pedagang.

“Padahal kami hanya menyampaikan untuk penertiban pasar agar para pedagang itu tidak menjual di bahu jalan. Oleh karena itu setelah menerima surat ini (surat dari FKP3M untuk dilakukan RDP bersama dewan) kami mengaku heran, kenapa bunyinya seperti itu. Yang jelas tidak ada pemindahan yang ada hanya penertiban,” tandasnya

Diketahui, rapat yang digelar bersama para pelaku pasar yang terhimpun dalam FKP3M turut dihadiri oleh anggota dewan dari dapil VI Mawasangka yang dipimpin langsung oleh Saadia.

Sementara dari pihak eksekutif turut hadir Asisten II, H Maiynu, Kepala Dinas Perindag Buteng, Usman Mbolosi, Kasat Pol PP, Kabid Perhubungan, Kabag Hukum dan Kabag Ekonomi Erika

Sedangkan Dari unsur muspika turut hadir Camat Mawasangka, Sahiruddin dan Lurah Watolo, Ramlin bersama ketua LPM Watolo, Ili Husri serta Tokoh Masyarakat Ladidi.

Laporan : Irfan’s

Pos terkait