Soal Level PPKM, Wali Kota : Level 1 Atau 2, Yang Utama Patuhi Prokes

Ketgam : Wali Kota Kendari Saat Diwawancarai Awak Media, Rabu (10/11/2021)

Kendari,Sultrademo.co – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Kendari masih berada di level 2. Itu tercantum dalam Instruksi Mentri Dalam Negeri (Inmendagri) soal perpanjangan PPKM sampai tanggal 22 November 2021.

Terkait itu, Wali Kota Kendari H Sulkarnain tidak mempersoalkan hal tersebut. Meskipun sebenarnya, dari data kasus terkonfirmasi di Kendari nyaris tidak ada penambahan dibandingkan kasus sembuh yang jauh lebih banyak.

Bacaan Lainnya

“Level 1 atau 2 tetap yang utama adalah bagaimana masyarakat bisa disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes), yang terbukti mampu mencegah penularan Civid-19,” kata Sulkarnain, Rabu (10/11/2021)

Menurut politisi PKS ini, persoalan PPKM tidak lagi mengacu pada level-levelnya akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana sikap serta tindakan masyarakat dalam situasi ini.

Saat ini yang menjadi target utama pemkot yakni bagaimana proses vaksinasi bisa dipercepat hingga akhirnya herd immunity bisa tercapai.

“Minimal cakupannya mencapai angka 70 persen dan lansia 60 persen. Itu syarat dari WHO untuk capai kekebalan kelompok,” terangnya.

Untuk itu, Wali Kota mengatakan pihaknya telah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk mempercepat proses vaksinasi. Sebab saat ini cakupan vaksinasi Kota Kendari sudah mendekati angka 65 persen dan untuk lansia mendekati angka 58 persen.

Sementara, berdasarkan data terbaru Dinkes Kendari per 8 November, tercatat Warga Kendari yang sudah jalani vaksinasi Covid 19 dengan sasaran tenaga kesehatan (nakes), petugas publik, kelompok lanjut usia, masyarakat umum dan rentan, remaja serta gotong royong mencapai 169.470 dari target 265.147 sasaran.

“Vaksinasi saat ini sudah mencapai 169.470 orang atau 63,92% untuk pemberian dosis satu. Sedangkan pemberian vaksin dosis kedua telah mencapai 113.762 orang atau 42,91% dari target sasaran,” beber Kepala Dinas Kesehatan Rahminingrum.

Rahmi merinci, vaksinasi nakes dosis satu mencapai 5.613 orang (135,22%), dosis dua 5.149 orang (124,04%), dan dosis tiga 2.466 orang (59,41%) dari 4.151 sasaran.

Selanjutnya, petugas publik dosis satu mencapai 44.374 orang (117,36%) dan dosis dua 31.084 orang (82,21%) dari 37.810 sasaran. Kemudian, kelompok lansia dosis satu mencapai 9.843 orang (57,76%) dosis dua 6.594 orang (38,7%) dari 17.040 sasaran.

Vaksinasi masyarakat umum dan rentan dosis satu mencapai 82.745 orang (48,56%) dan dosis dua 52.577 orang (30.85%) dari 170.409 sasaran. Berikutnya, vaksinasi remaja dosis satu mencapai 26.895 orang (75,26%) dan dosis dua 18.358 orang (51,37%) dari 35.737 sasaran.
Terkahir vaksinasi gotong royong dosis satu mencapai 372 dan dosis dua sebanyak 261.

“Tak henti-hentinya kita mengatkan agar tetap mematuhi rotokol kesehatan dan vaksinasi ini penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar kita bisa keluar dari wabah ini,” demikian Rahminingrum.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait