Soal Penghapusan Honorer, Rajab Jinik : Ide Gila !

Ketgam : Rajab jinik dalam rapat di gedung DPRD Kota Kendari (Sumber : Humas DPRD Kota Kendari)

Kendari, Sultrademo.co – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Rajab Jinik menyebut rencana penghapusan tenaga honorer yang akan dilakukan pemerintah pusat adalah sebuah ide gila.

“Ini kebijakan pemerintah pusat gila menurut saya. Kenapa saya sampikan gila, karena mestinya, jangan dulu membuat kebijakan sebelum ada solusi. Masa mau hapus begitu saja, ada jaminan tidak mereka yang honorer ini langsung dijadikan PNS atau PPPK, kan tidak,” ujar Rajab, Senin (20/6/2022).

Bacaan Lainnya
 

“Kebijakan penghapusan sudah direncanakan, sementara solusi untuk honorer sendiri belum ada,” tambahnya.

Sehingga menurut dia, pemerintah pusat harusnya memberikan solusi dulu, baru kebijakan penghapusan dilakukan.

Menurut Rajab, saat ini Kota Kendari memiliki kurang lebih 6000 tenaga honorer yang tersebar di lingkup Pemerintah Kota Kendari. Baik itu di sekolah dalam hal ini guru maupun di bidang kesehatan yakni tenaga kesehatan (nakes), termasuk yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kinerjanya sangat dibutuhkan.

“Komisi III DPRD Kendari secara tegas menolak kebijakan itu. Honorer itu sangat membantu. Bahkan kesejahteraan mereka dengan tugas yang mereka lakukan itu tidak seimbang. Tapi, sekarang mereka mau dihilangkan, itu gila,” tegasnya.

Olehnya itu, Rajab menegaskan kebijakan penghapusan tenaga honorer itu bukan solusi dari semua permasalahan yang ada di daerah. Tapi malah menimbulkan masalah baru. Sebab menurutnya hak hidup dan profesi honorer telah diambil dengan cara penghapusan tersebut.

“Selama ini baik-baik saja honorer yang ada, pemerintah juga bisa bayar. Kenapa lagi ada kebijakan gila seperti itu. Jika memang dihapus, harusnya suara dari bawah jangan dari atas, karena berbicara tentang beban negara. Jangan pusat ujuk-ujuk mengeluarkan kebijakan menghapus honorer, ada apa ? sudah habis Covid-19 di refocusing habis itu itu cari lagi alasan untuk direfocusing. Saya kira tidak seperti itu, lahirkan solusi,” tutup Rajab Jinik.

Laporan : Hani
Editor : UL

 

Pos terkait