Tantangan Baru Profesi Jurnalis di Masa Pandemi

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Ketua DPD Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Mirkas mengatakan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah memberikan dampak yang luar biasa. Bukan hanya dari sisi perekonomian, wabah tersebut juga merubah kebiasaan dalam menjalani rutinitas.

Begitu pula dalam aktivitas jurnalisatik. Proses peliputan harus menyesuaikan dengan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari penggunaan masker, menjaga jarak, menggunakan handsanitizer hingga keharusan melakukan rapid test saat meliput kegiatan pemerintahan ataupun isu-isu lainnya.

Bacaan Lainnya

“Hal itu tentu menjadi tantangan baru dalam melakoni pekerjaan sebagai jurnalis atau wartawan. Sebab, terkadang lupa menggunakan masker, sehingga narasumber biasanya enggan di wawancarai,” tuturnya kepada Sultrademo.co, Rabu (16/6/2021).

Bahkan, jika meliput kegiatan pemerintahan atau pun swasta yang menerapkan protokol kesehatan dengan begitu ketat, maka jangan pernah berharap akan diberikan ruang untuk masuk ke dalam, jika hadir tanpa menggunakan masker, sehingga kerap membuat hati dongkol dan lebih memilih pulang atau nongkrong di warung kopi.

“Apalagi kalau liputan kegiatan Gubernur yang mewajibkan setiap orang yang hadir melakukan rapid test. Kerap kali lebih memilih tak liputan, karena risih jika harus melakukan rapid test setiap hari,” ujarnya.

“Hampir mi semua jari tangan kita mau ditusuk jarum. Makanya, terkadang saya malas liputan, dan lebih memilih tinggal di rumah atau ngopi sama teman,” tambahnya.

Selama pandemi, kata Mirkas pola wawancara terhadap narasumber lebih sering dilakukan melalui telepon. Kalau pun harus wawancara tatap muka, itu hanya dilakukan sesekali saja, itu pun dilakukan dengan mengatur jarak.

“Untung saja kebanyakan narasumber dengan saya sudah terbangun koneksi yang baik, sehingga saya masih bisa membuat berita dengan melakukan wawancara via telepon,” tuturnya.

Ia berharap agar wabah ini bisa lekas berakhir, sehingga pola kerja bisa kembali normal seperti sedia kala.

“Semoga duka yang dialami dunia khususnya Indonesia cepat berlalu, percayalah kesedihan dan duka hanya sementara, musibah juga sudah banyak menimpa kita semua. Semoga tidak ada lagi penambahan kasus Virus COVID-19,” pungkasnya.

Laporan : Ilfa

Writer: Ilfa
Editor: MA
  • Whatsapp

Pos terkait