Kendari, Sultrademo.co – Didampingi Asisten III Sekretariat Daerah ( Setda) Kota Kendari, Makmur, Kepala Bidang Ekonomi Setda Kota Kendari dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Kendari Alda Kusutan Lapae, Pejabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu meresmikan bangunan kios atau lods pedagang ikan di pasar tradisional Baruga.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pj Wali Kota.
Kepada media, Asmawa Tosepu mengatakan persemian lods pasar ikan adalah untuk memastikan roda perekonomian di Kota Kendari berjalan, dan salah satu indikatornya adalah pergerakan atau aktivitas pasar seperti pasar Baruga.
Asmawa berharap ke depannya, pihak Pemkot akan terus menumbuhkembangkan pasar-pasar tradisional di kota dengan cara modern.
“Jadi pasar tradisional cita rasa modern. Karena sebagian besar masyarakat kota Kendari yang memiliki kemampuan lebih dari sisi financenya, tetap lebih cenderung suka ke pasar tradisional karena beberapa pertimbangan diantaranya bahan yang didapatkan di pasar tradisional jauh lebih segar,” ungkapnya, Rabu, (22/12/22).
Olehnya, untuk mencapai hal itu, Asmawa mengatakan pihaknya telah memberikan instruksi kepada pengelola Pasar Baruga dan pedagang pasar Baruga agar memperhatikan masalah kebersihan, kenyamanan, dan keamanan pasar.
“Karena jika pasar itu bersih aman dan nyaman, saya yakin pembeli itu akan dengan sendirinya datang ke pasar,” tutunya.
Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Kota Kendari, Saifudin mengatakan jumlah keseluruhan lods yang diresmikan hari ini berjumlah 92 lods yang terbagi atas 84 petak khusus untuk lods ikan dan daging 84 lods, ditambah kios 8 petak.
Lods tersebut kemudian akan difungsikan mulai (Kamis, 23/12/22) dan sesuai arahan dari Pj Wali Kota, baik pedagang maupun pembeli yang berkunjung ke lokasi pasar untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pasar tersebut.
“Untuk kebersihannya telah kami sampaikan bukan cuma kepada pedagang yang ada di lods ikan tapi termasuk seluruh pedagang yang ada di pasar Baruga. Kita juga sudah sampaikan, selalu sosialisasikan untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, keasrian dari pasar ikan itu sendiri sehingga para pengunjung bisa merasa nyaman berada di pasar Baruga ini,” terang Saifudin.
Saifudin juga menyebutkan bahwa pasar Baruga ini merupakan pasar penyangga bagi pasar-pasar yang lain yang ada di kota Kendari.
” Khususnya jenis sayuran karena harga yang ada di pasar Baruga ini cukup murah Karena diperoleh langsung dari pihak petaninya dan setelah itu didistribusikan kepada pasar-pasar dan bahkan pedagang-pedagang keliling,” ungkapnya.
Untuk diketahui, anggaran revitalisasi lods pasar ikan Baruga senilai Rp. 3,2 Miliar yang bersumber dari dana alokasi pemerintah pusat kepada pemerintah kota Kendari untuk membangkitkan kehidupan perekonomian masyarakat.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






